Rabu, 02 September 2015

ULN, Pegadaian dan Pengabaian PT.Freeport Indonesia

Foto : Undergraund Tembagapura /Ils
Opini: Satu tuntutan yang harus lawan di zaman modern ini dengan dunia global adalah neoliberal kapitalisme modern yang mana terus mengkeruk dan mengancam alam serta pegadaian tanah adat dengan bebas oleh sepihak. Melawan dengan senjata kita akan kala dalam pertempuran, maka mari kita maju melawan dengan cara kita yang beradap.



Mencoba menulis artikel ini, terinspirasi dari krisis ekonomi Negara Yunani yang hingga menuju refrendum ekonomi menuju kekuatan politik untuk hengkang dari Uni Eropa atau akan tetap tergabung dalam negara persemakmuran. Melihat ke- Indonesiaan disini juga menarik untuk analisa konpirasi politik ekonomi Amerika, dan Indonesia atas diabaikannya tuntutan hak ulayat tanah adat di areal PT.Freport Indonesia di Papua Barat. Penulis menyampaikan sikap ini bebas dari unsur politik untuk kepentingan - kepentingan semata, dan ingin membagi cerita fenomena yang terjadi di tengah kita. Topik pembahasan hubungan kerja sama bilateral ekonomi  yaitu belajar dari krisis moneter Yunani, Untang Negara Indonesia (ULN), Penggunaan peminjaman dana dengan hal tidak Produktif, awal gadaikan kekayan alam Papua, Freeport sebagai tempat kejahatan terbaru, dan melawan kapitalisme global di Papua serta kesimpulan. Apakah tuntutan dari rakyat adat suku Amungge di Timika untuk membayar ganti rugi membawah malapetaka bagi Indonesia akan ekonomi nasional, ataukah akan mengabaikan tuntutuan itu ?. Topik pertama adalah jalan menuju refrendum ekonomi politik krisis Moneter Yunani. 

Belajar dari Krisis Moneter Yunani

Bagaimana bisa dapat mendekatkan atau menjelaskan soal itu. Negara persemakmuran Uni Eropa ini tentu mempunyai tradisi untuk mengangani persoalan krisis moneter, militer atau persoalan lain akan tetapi hancurnya integritas bangsa dibawah Uni Eropa itu. Dalam krisis ekonomi yang melanda Yunani berujung pada refrendum untuk menerima atau menolak proposal talangan ekonomi (ballout) yang ditawarkan oleh Troika (Uni Eropa, Bank sentral Eropa dan International Monetary Fund (IMF). Bagaimana rakyat memilih Ya, atas refrendum yang akan gelar tanggal 5 Juni 2015 ini, sedangkan Yunani masih punya utang dari IMF, power ada pada rakyatnya. 

Benar atau tidak perekonomian Yunani ambruk akibat tak mampunya membayar utang luar negeri sebesar 1,6 Euro atau sekitar 22 triliun ke International Monetary Fund (IMF). Selama enam bulan penuh dilakukan perundingan antara Uni Eropa dan Yunani dibawah kepemimpinan Syriza, menuju refrendum. Syriza mengajak dalam refrendum masyarakat tidak memilih, bukan untuk keluar dari Uni Eropa. Lebih menekankan pemerasan yang dilakukan pihak negara kreditor dan Intitusi internasional. Krisis ekonomi Yunani ini merupakan cara perlawanan yang tersturuktur, mapang untuk menuju keluar dari negara persemakmuran Uni Eropa pada abad ke-21 melawan kelompok negara neoliberal dan kapitalisme dengan tujuan politik untuk menentukan proses ekonomi sendiri. Segi kesejahteraan di Yunani menurut pengangguran berkisar 20 %, kemiskinan, kesehatan buruk, gizi buruk di bawah 10 %. Pemimpin Yunani berkeinginan dan berkeyakinan bahwa dalam wilayah negaranya, pihak lain tak boleh berkuasa dalam hal ekonomi global.

Hasil refrendum dinyatakan 61% “tidak” memilih atas refrendum yang digelar, dengan ini kerja sama peminjaman utang luar negeri dari Bank Dunia, IMF dan dari Bank Uni Eropa yang ditawarkan 1,7 Euro tidak akan melanjudkan untuk kerja sama bilateral. Ini adalah satu teknis yang dilakukan pemimpin Syriza untuk keluar dari negara persemakmuran Uni Eropa itu. Kini Negara Yunani kembali mengatur ekonomi mereka sendiri dan menuju revolusi politik. Topik selanjutnya adalah untuk membaca utang negara Indonesia dari IMF dan Bank Asia, kapan akan menunggu kebangkrutan utang warisan Indonesia itu.

Utang Indonesia

Setelah mengikuti berita di surat kabar cetak, media onlain , TV atas krisis Yunani menarik sekali. B agaimana melihat dalam lingkungan Indonesia negeri rajanya utang luar negeri dan negeri rajanya korupsi itu. Membaca sepak terjang sejarah Indonesia yang pernah terjadi kriris moneter di erah reformasi efeknya melepaskan sebuah wilayah jajahan dari Indonesia pada masa – masa itu. Ekonomi adalah kekuatan dalam segala aspek untuk kemakmuran dalam suatu negara. Hal yang tidak pernah dilupakan sepanjang sejarah negara Indonesia adalah penjajahan masih masih berlanjut sekalipun merdeka secara politik telah utuh kedaulatannya. Penjajahan baru itu namanya penjajahan ekonomi neoliberal dan kapitalisme alla modern serta rajanya utang negara tersebut. Krisis ekonomi di Yunani hanya dengan 22 triliun euro, sedangkan Indonesia memiliki utang negara lebih dari 250 triliun dolar AS, yang menjadi warisan sepanjang sejarah yang harus di tangguhnya. Mengenal lebih dekat utang luar negeri Indonesia pada tahun 2015 tercatat sebagai berikut. 

Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada bulan Mei 2015 tercatat 298,1 miliar dollar AS sehingga ULN Indonesia tumbuh melambat yakni 7,6% (yoy), dibandingkan triwulan IV-2014 10,2% (yoy). Pada sektor swasta posisi ULN akhir triwulan I-2015 terpusat pada sektor keuangan, industri, pengolahan, pertambangan, listrik dan gas dan air bersih. Pangsa ULN swasta masing – masing sebesar 29,5 persen, 19,9 persen, 16 persen, dan 11,7 persen.

Utang negara luar negeri (ULN) seringkali persoalan bangsa yang kerapkali menjadi duri dalam daging yang berkembang di komunitas masyarakat melalui doktrin dengan hal yang negatif. Padahal tujuan untuk meminjamkan uang kepada negara lain, atau bank dunia untuk kemakmuran rakyat dalam bentuk menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan, menguatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejateraan rakyat. Empat misi utama dalam peminjaman ini belum tentu terealisasikan dalam pembangunan nyata. Hasil peminjaman itu dipergunakan sebagai hal korupsi, dan sokongan hal – hal yang tidak produktif. Pertanyaan yang harus dijawab oleh negara adalah mengapa Indonesia yang kaya akan kekayaan alam, dari tahun ke tahun tetap saja ada utang negara, sedangkan sumber daya alam dikuasai oleh negara – negara kapitalis melalui kapitalisme neoliberal ?. Hanya ada satu kata, Indonesia masih di jajah oleh ekonomi global sekalipun sebuah bangsa yang merdeka. 

Dalam era penjajahan ekonomi itu, hubungan antara pemilik kapitalisme global dan wilayah jajahan ekonom tetap erat, sekalipun kekayaan alam digadaikan demi kepentingan ekonomi politik hubungam terbangun tata rapih. Sebuah problem negara Indonesia seperti ULN dari tahun ke tahun tidak terjadinya kebangkrutan sama dengan negara Yunani, pendugaan kekuatan Amerika dan Inggris ada di belakang pegadaian kekayaan alam itu.

Awal mula hubungan antara Indonesia dan Amerika terjadi karena hubungan bantuan politik militer, melalui bantuan senjata perebutan Papua Barat, terakhirnya digadaikan kekayaan tambang di Papua. Sentral politik Indonesia dan Amerika ada pada titik kekuatan bisnis emas dan tembaga maka Indonesia tidak takut dalam hal peminjaman dana kepada Bank Dunia yang berbasis di Washintong, Bank Asia. Sama halnya dengan hubungan Yahudi, Israel dan Amerika. Salah – satu pensuport saham ekonomi terbesar di USA adalah warga berkebangsaan Yahudi dan Israel, maka persoalan luar negeri Yahudi dan Israel terutama hubungan militer, politik tidak tergoyakan. Bagaimana penggunaan dana peminjamaman dari IMF telah di berdayakan kepada orang – orang tak mampu dalam ekonomi untuk kemakmuran rakyat, belum tentu, kita belum berdaulat. Ulasan berikut adalah penyelewengan penggunaan dana peminjaman dengan hal tidak produktif. *****

Penggunaan Uang Pinjam Dengan Hal Tidak Produktif

Baru saja kita saksikan bersama hasil sidang KTT MSG ke – 20 dari kelompok hubungan bilateral antar negara – negara Malanesia di Pasifik. Tiga Provinsi di Indonesia yaitu Provinsi Maluku, Ambon Utara dan Nusa Tenggara Timur resmi di terima ke dalam grup kelompok orang malanesia itu. Suka dan tidak pihak korban adalah masyarakat Papua, serta rakyat malanesia itu sendiri. 

Dalam hubungan ini, Indonesia lebih kedepankan pendekatan ekonomi, perdagangan,pertahanan dan suap menyuap. Pendekatan suap menyuap ekonomi yang baru saja dibangun oleh pemerinah Indonesia telah mati antara kepentingan – kepentingan sesaat itu, karena pendekatan ekonomi yang dibangun bukan pendekatan ekonomi jangka panjang dengan ke tiga negara anggota MSG, akan tetapi sokongan dengan kepentingan sesaat. Wajar saja, PNG mendukung Indonesia menjadi anggota asosiasi di MSG, dia negara persemakmuran dibawah penguasaan kerajaan Inggris. Dalam KTT ke- 20 di Honiara, Solomon- misalny negara Fiji tak pernah memberikan komentar apapun baik Indonesia dan ULMWP. Kerja sama Fiji dan Indonesia melalui pendekatan sokongan ekonomi mati di pertemuan KTT ke – 20 di Honiara. 

Pertanyaan adalah darimana sumber dana sokongan Indonesia kepada ke tiga Negara MSG. Ada dua sumber penyaluran dana yaitu pertama, hasil pajak perusahan para kapitalis yang beroperasi di Papua Barat dan kedua, peminjaman uang kepada Bank Dunia atau Bank Asia.

Penjelasan lebih lanjut terkait poin pertama yaitu sumber saluran dana hiba diberikan kepada tiga negara MSG dibiayai dari hasil pajak BIFI LNG yang beroperasi Bintuni Papua Barat dan PT.Freeport Indonesia. Masing – masing pajak dibayarkan kepada Indonesia yaitu PT. Freeport 3 persen sama dengan US$1, 5 triliyun dolar AS perbulan. Jumlah keseluruhan dalam satu tahun yaitu US$1,6 dolar AS atau 14 triliyun atau lebih. Pajak yang dibayarkan oleh PT.Freeport Indonesia adalah pajak terbesar sepanjang sejarah Indonesia ddalam dunia Industri pertambangan, sedangkan pajak BIFI LNG membayar hanya bedah nominasi pajak dari Freeport Indonesia. Penjelasan poin kedua, peminjaman dana dari bank dunia masih sebatas fibti- fibti, karena dana hiba yang diterima ke tiga Negara PNG,FIJI dan Kepulauan Solomon hasil pajak sebulan dari PT.Freeport Indonesia yang berbasis di Papua. 

Ada hubungan lain dengan Indonesia yaitu negara Papua New Guinea dengan pemerintah Kerajaan Inggris merupakan hubungan yang sangat erat melalui hubungan ekonomi. Terlihat jelas setelah keputusan dukungan PNG terhadap Malanesia- Indonesia dengan tujuan penyelamatan kepentingan ekonomi milik kerajaan Inggris itu. Keputusan PNG tidak berdiri sendiri, namun ada desakan dari pihak ke tiga, yaitu Inggrislah biang keladi atas kekacauan keputusan PNG di MSG. Akibatnya membawah dampak di negara- negara solidaritas kristen di Pasifik Selatan, dan melanggar ketetapan – ketetapan, serta ciri khas di MSG serta perpolitikan menjadi tantangan bagi tiga negara MSG kedepan. Ia ingin ekploitasi sumber daya alam Papua dengan bebas beroperasi diatas penderitaan rakyat, kemiskinan, pengangguran, gizi buruk, kesehatan buruk, bahkan sumber daya manusia yang dibawah standar di Papua Barat. Duta besar Inggris untuk Indonesia pada tahun 2014 telah berkunjung di Papua Barat kurang lebih dua kali. Pendekatan kunjungan bertujuan untuk peninjauan kesejateraan di pemerintah Papua dan Papua Barat. Dalam konfrensi Pers selalu mendukung kebijakan Jakarta, dibalik kebaikan ia selalu mendorong kepentingan penyelamatan perusahaan asing tersebut. Bagi pemerintah Indonesia, cukup leluasa memainkan perang dalam kepentingan royalti dari pihak asing itu. 

Pada sub bagian ini penulis tidak bermaksud menudu pihak ketiga bermain di keputusan KTT MSG ke 20 akan tetapi hubungan Indonesia – Inggris dan PNG dari sisi kampanye gelap kemungkinan ada untuk bertujuan agar pembebasan dan penyelamatan atas perusahan asing beroperasi di wilayah Papua Barat. Rakyat tidak lupa dengan 14 nota kerja sama yang disepakati oleh pemerintah PNG dan pemerintah Indonesia, sedangkan layak dan tidak atas pemberian dana hiba dari Indonesia di ukur dari kesejateraan, kemiskinan, pengangguran, utang luar negeri, gizi buruk, penerangan di wilayah pelosok – pelosok di dalam negeri Indonesia. Dilihat dari kondisi utang negara dan kesenjangan sosial yang makin tinggi sepanjang tahun maka tidak layak untuk memberikan kepada dana hiba kepada tiga negara anggota Malanesian Sperhead Group (MSG). 

Pendekatan lain yang telah dibangun oleh Indonesia dengan ke tiga negara MSG adalah melalui bantuan alat mesin pertanian. Andaikan negara kita seperti negara produk terbesar mesin – mesin pertanian. Padahal Rakyat pelosok–pelosok masih menggunakan pertanian tradisional seperti mengunakan kerbau, alat sikop dan lain sebagainya. Hubungan pangan nasional dengan perdagangan bebas menjadi masalah dalam negeri. Pangan menjadi bermasalah dalam hajat hidup manusia bangsa Melayu dan sebagian bangsa Malanesia peminat mengonsumsi beras tertinggi di tingkat Asia. Selain, ini perdagangan bebas mengakibatkan kita konsumsi beras karet. Dimana harga diri sebagai sebuah bangsa, dimana mesin – mesin yang menjadi alat nilai tawar yang tidak produtif itu. Menyokong di tiga negara MSG dengan dana dari hasil pajak kekayaan alam Papua maka, kembali membaca sejarah kehadiran kapitalisme di bumi Cendrawasih Papua.*****

Awal Gadaikan Kekayaan Alam Papua.

Kekayaan alam Papua di Gadaikan. Kita lihat awal sejarah politik luar negeri Indonesia pada era Sukarno yang lebih condong kepada blok Timur pimpinan Uni Soviet yang sedang dalam situasi perang dingin dengan Blok Barat dibawah Amerika Serikat. Kedekatan Indonesia pada era Sukarno dengan blok Timur ini menjadikan kekuatan militer Indonesia menjadi kekuatan yang besar. Namun politik Sukarno yang dikenal dengan Nasakom menjadikan Partai Komunis Indonesia memiliki tempat didalam kebijakan Sukarno yang merisaukan kelompok militer. Memuncaknya intrik politik antara militer dan PKI ditandai dengan peristiwa pembunuhan para Jenderal Angkatan Darat pada tanggal 30 September 1965 yang sekaligus menjadi tonggak sejarah perubahan politik Indonesia dan sekaligus menjadi awal pergantian kekuasaan dari Sukarno kepada Suharto. Suharto langsung mendapat dukungan politik dari negara - negara barat yang memberikan bantuan peralatan militer taktis untuk melakukan pembersihan PKI dan negara boneka buatan Belanda.

Infrastruktur militer dan keterbatasan personel maupun logistik untuk menangani tahanan PKI diduga sebagai landasan tindakan pembantaian terhadap lebih dari 500.000 jiwa yang dituding sebagai anggota PKI. Suharto yang dikenal sebagai panglima Mandala dalam pembebasan Irian Barat tanpa pertempuran berarti berkat dukungan Amerika Serikat di PBB, setelah naik ketampuk kekuasaan langsung merubah sikap politik luar negeri menjadi sahabat negara adidaya pimpinan Blok Barat ini.

 Salah satu yang paling fenomenal menandakan kedekatan dengan Amerika Serikat adalah pemberian konsesi pertambangan emas dan tembaga kepada Freeport McMoran. Perusahaan tambang Amerika ini mendikte dan ikut campur dalam kebijakan pertambangan di Indonesia. Salah satu buktinya adalah Kontrak Karya PT Freeport Indonesia ditetapkan sebelum diberlakukannya UU Nomor 11/1967 tentang pertambangan umum. PT Freeport yang berlokasi di Grasberg dan Easberg, Pegunungan Jaya Wijaya ini, menguasai 81,28% saham, sedangkan PT Indocopper Investama sebesar 9,36%, dan pemerintah Indonesia yang notabene adalah pemilik alam hanya mempunyai saham sebesar 9,36%. Tidak tangung-tanggung, luas konsesi yang diberikan kepada Freeport pun luar biasa, 1,9 juta hektar lahan di Grasberg dan 100 km2 di Easberg. 

Pegadaian tanah adat terus berlajut hingga di zaman era demokrasi. Dalam era demokrasi berbagai undang–undang di terbitkan akan tetapi mati suri bersama kelompok perancang regulasi itu. Undang – Undang seperti misalnya hak–hak ulayat tanah. Pihak pengambil keuntungan, sama seperti kelompok paham penganut feodalisme yang hanya orientasi mengejar harta (kekayaan), dan tahta (kekuasaan). Pihak itu, hanya mengejar hasil pajak yang lebih kecil itu untuk membebaskan kebun untuk hidup. Dalam era demokrasi penggadaian tanah adat seperti misalnya LNG tanggu di Bintuni Papua Barat. Tak heran bagi penganut paham feodalisme yang mana menyusun undang dasar 1945 yang tidak produktif seperti pasal 33 ayat 3 bunyinya “Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Dengan cara apa memakmurkan rakyat itu, tanah digadaikan habiskan, kemiskinan merajalela, gizi buruk, kesehatan buruk, pendidikan buruk, semuanya serba buruk itu.*****

 Freeport Sebagai Tempat Kejahatan Terbuka.

PT.Freeport Indonesia berlokasi Papua itu menjadi alat tawar menawar untuk merancang kejahatan baru bagi negara kapitalisme di abad ke – 21 ini. Bagaimana saya bisa menceritakan topik ini, dari fenomena yang ada, satu – kesatuan yang tidak bisa terpisahkan antara perancang kejahatan, perampasan alam serta ekonomi menuju pemusnaan manusia pribumi. Ada dua kejahatan yang dimainkan oleh kelompok kapitalisme global.
Pertama, pendekatan militer. Kejatahan terbuka yang dilakukan oleh pihak pemilik perusahan pada pada abad ke- 21 adalah pendekatan militer. Pendekatan ini dilakukun pada tahun 2011 lalu, seperti penempatan militer Amerika di Darwin. Penempatan ini ancaman bagi rakyat sipil Papua Barat. Jika rakyat melakukan aksi penyerangan di areal PT.Freeport, akan terjadi intervensi di wilayah operasi perusahan tambang Gresberg itu. Penempatan ini bertujuan untuk meloloskan perusahaan asing milik neokapitalisme itu.
Pendekatan kedua, perang ekonomi. Salah – satu perang yang harus kita ketahui bersama yaitu kontrak baru PT.Freeport Indonesia atas perpajang tangan pemangku kepentingan elit Jakarta. Titik konflik perpanjangan kontrak baru adalah pembangunan “SMALTER”. 

Dua pihak bertikai antara pemerintah RI dan pemerintah Provinsi Papua tetap mempertahankan argumennya. Pihak Jakarta beralasan “akan ada ancaman bagi warga sekitarnya akibat limbah, berat logam, kebersihan lingkungan. Pihak Papua mempertahankan sisi kemakmuran rakyat. Dalam hasil musyawah bersama petinggi Jakarta dan Papua memutuskan smalter bangun di Papua. 
Hasil keputusan bersama itu tidak memuaskan jawaban yang pasti, karena pihak Jakarta berbalik menyerang Pemprov Papua dengan cara lain melalui memperpanjang kontrak perusahan yang tidak manusiawi itu. Pihak Pemprov Papua kecewa berkata “ kami pemilik hutang, kami ini pemilik tanah, kami ini pemilik alam Papua”. 

Konflik ini siapa beruntung dan siapa yang merugi dalam permufakatan tadi. Dapat dilihat dalam hubungan pembangunan SMALTER, yang merugi adalah Pemprov Papua. Pertama satu kelompok utusan dari Jakarta diberangkatkan ke Negara Cina untuk melobih pembangunan smalter tersebut, disusul juga pemerintah Papua. Lobi pembangunan smalter dengan Pemprov Papua menuju kekalahan dan pelepasan tanah adat di wilayah amungsa yang ke-dua.

Peta geoekonomi pada abad ke-21 “Negara Cina termasuk penguasa ekonomi urutan ke-dua setelah Amerika.Persaingan ekonomi dalam hal ini pihak pemilik Mcmoran tidak menerima China ada dalam wilayah kekuasaannya. Hal inilah membuat “ bos McMoran memperpanjang kekuasan dengan menanamkan saham lebih besar dari sebelumnya. Ia bahkan menuruti perintah hukum yang ada artinya keinginan Jakarta, ia akan menggenapinya.

Cara inilah permainan Jakarta memanfaatkan kesempatan emas untuk mengambil keuntungan dua kali lipat dalam kesempatan kecil itu. Dia membangun hubungan dengan Cina demi kekuasaannya. Latar bekangan Negara Cina juga salah- satu negara yang telah memiliki “hak Veto” dalam keputusan–keputusan tertentu dalam politik. Konspirasi politik yang ia mainkan harus dibaca seksama oleh rakyat penindas itu. 

Hubungan antara Jakarta dan Amerika kembali rukun dalam penyelamatan ekonomi kapitalisme asing, dan menanamkan utang politik ekonomi, cara perpolitikan mereka dimainkan setingkat dunia dengan negara yang memiliki hak veto itu. Waspadala bagi kaum “marginal” bahwa politik domestik Palestina ke – II bisa terulang di Papua, dengan isu “ persoalan kemakmuran belaka”. 

Dua perang terbuka yang dimainkan oleh penguasa untuk menekan rakyat pemilik hak ulayat, orang pribumi maka bersatulah kita melawan ekonomi, politik oleh sekelompok orang itu. Presiden Joko Widodo adalah penganut neoliberal yang sebenarnya. Bagaimana dia mau wujudkan misi kampnye dia yaitu berdiri ekonomi diatas kaki sendiri “BERDIKARI” sedangkan ia sendiri penganut neoliberal kapitalisme!. 

Bisakah dengan cara ini melawan karakter neoliberal untuk menuntut hak ulayat tanah adat di areal PT.Freeport Tembagapura – Papua. Untuk ulasan berikut ini satu – satu solusi melawan karakter neoliberal, dan para kapitalisme yang mengabaikan tuntutan hak ulayat tanpa izin beroperasi sepanjang masa. **** 

Melawan “ Kapitalisme Global di Papua”

Pemerintah kita berani memberikan donatur dengan cuma – cuma, maka muncul pertanyaan adalah bagaimana dengan tuntutan hak – hak ulayat tanah areal PT. Freeport Indonesia, Gresberg – Tembagapura Papua ?. Isu ini menjadi topik menarik bagi rakyat sipil untuk melawan neokapitalisme global menuju kedaulatan politik ekonomi, hak asasi manusia, di wilayah Papua Barat. 

Rakyat Berkata “Segera lunasi hak ulayat kami”

Sebelum pembahasan topik ini terlebih dahulu mengenal pengertian daripada hak ulayat. Mengambil dari wikipedia, pengertian hak ulayat merupakan kewenangan yang menurut hukum adat dipunyai oleh masyarakat hukum adat atas wilayah tertentu yang merupakan lingkungan hidup para warganya untuk mengambil manfaat dari sumber daya alam, termasuk tanah, dalam wilayah tersebut, bagi kelangsungan hidup dan kehidupannya, yang timbul dari hubungan secara lahiriah dan batiniah secara turun temurun dan tidak terputus antara masyarakat hukum adat tersebut dengan wilayah yang bersangkutan tersebut.

Dari pengertian ini lebih jelas bahwa wilayah tertentu yang merupakan lingkungan hidup para warganya, maka tuntutan dari masyarakat Amungme adalah pihak yang benar. Cara mereka menuntut hak di fasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Mimika, akan tetapi lebih efektif jika semua stakholder Pemprov Papua, sipil, mahasiswa, karyawan dan karyawati, DPRP ada di barisan gerakan itu. Masalah McMoran adalah masalah milik rakyat Papua, bukan saja milik suku Amungme. 

PT.Freeport Indonesia yang beroperasi selama 48 tahun tanpa menjanjikan hak – hak pemilik ulayatnya. Pada tanggal 29 Juni 2015 melalui pemerintah Timika - Papua mendesak PT. Freeport Indonesia (PTFI) membayar ganti rugi hak ulayat sebesar USD 3,6 miliar atau setara Rp 481 triliun. 

Rakyat “Ganti rugi US$3,6 miliar yang kami ajukan menuntut hak ulayat. Ini untuk ganti rugi kawasan kami berupa empat gunung yang selama ini menjadi wilayah kerjanya,”.

Mampukah pemerintah Republik Indonesia dan PT. Freeport Indonesia membayar Rp 481 triliun, sedangkan utang negara Indonesia berjumlah Rp 2.600 triliun utang bilateral negara lain maupun dari Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB). Tuntutan ini disampaikan kepada PT.Freeport atau Pemerintah Indonesia ?. Membayar tuntutan ini dua kali lipat dibandingkan dengan ULN Indonesia. Pihak Jakarta adalah anak asuh dari Amerika maka desakan dan tuntutannya tetap akan diabaikan, sekalipun diplomasi, pendekatan lain baik. Meskipun demikian hak – hak rakyat maka tuntutlah, bangkit untuk tuntut hak milik rakyat. 

Penulis yakin semua persoalan di Papua berawal dari PT.Freeport Indonesia, maka semua pihak harus memberikan dukungan kepada warga yang menuntut hak ulayat. Lawan rakyat bukan Jakarta, maka bangkit dan berdiri barisan rakyat melawan kapitalisme modern yang mengkeruk habis, mencuri habis kekayaan alam. Mari bebaskan pegadaian alam, mari bangkit ekonomi lokal lawanlah dengan pemilik saham perusahan asing yang beroperasi di seluruh tanah Papua Barat.

Kesimpulan 

Awal utang Luar Negari terjadi pada tahun 1967 melalui kapitalisme asing seperti PT.Freeport Indonesia masuk di Papua, maka tuntutan hak ulayat tanah satu solusi melawan Jakarta, dan dunia kapitalisme yang bergerak mengabaikan kepentingan penjaga alamnya. 

Untuk mengambil keuntungan bagi para petinggi Jakarta dahulu kala menyusun undang – undang kontra produktif yaitu Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 bunyinya “Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. 

Untuk menjustifikasi keberadaan pasal 33 ini, Jakarta juga melakukan program yang kontra produktif bagi rakyat Papua. Biasanya pemerintah mensahkan Otonomi khusus bagi orang Papua, kemudian menghadirkan Unit Percepatan dan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B), pemekaran sangat tidak logis, kemudian Otonomi khusus plus bertambah lagi.

Akibatnya adalah utang luar negeri ancaman besar bagi tanah–tanah yang kosong di Papua sekalipun undang–undang tanah adat sudah diamandemenkan serta kekayaan alam – alam digadaikan kepada pihak asing misalnya pada zaman otonomi khusus ini seperti kehadiran perusahan BIPI/ LNG, perusahan kelapa sawit, MIFEE maupun perusahan asing lainnya. 

Lawan rakyat bukan Jakarta, maka bangkit dan berdiri barisan rakyat melawan kapitalisme modern yang mengkeruk habis, mencuri habis kekayaan alam. Mari bebaskan pegadaian alam, mari bangkit ekonomi lokal. Rakyatlah yang harus bersatu melawan konspirasi politik ekonomi dari para kapitalisme global ini. 

Penulis : Pemuda Papua Barat dianalisis dari berbagai sumber media onlain.

Impunitas Itu Masih Hidup di Papua

Foto : Korban Penembakan oleh TNI di Timika  (28/8/2015)
Opini--Tanah Papua tanah kaya sumber daya alam (SDA) juga merupakan daerah yang penuh dengan kompleks persoalan. Kompleks persoalan berawal dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, politik, hukum, kekurangan gizi, kelaparan, Kekerasan, pelanggaran HAM serta minoritas penduduk pribumi di Papua. 
Tulisan ini mencoba meringkas data - data sekunder impunitas dari berbagai sumber kekerasaan di Papua sejak integrasikan wilayah administrasi Papua Barat ke dalam Negara Indonesia. Saat ini, kunjungan-kunjangan dari presiden Joko Widodo ke Tanah Papua seakan membawah perubahan dibidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, hukum, politik dll, melainkan ia memperhalus, menghilangkan kekerasan melalui dengan kata impunitas, dan dengan kunjungan dia membawah kehidupan rakyat sipil semakin parah dibalik politik turun lapangan dan blusukannya.  

Melihat arti kata impunitas sendiri merupakan sebuah fakta yang secara sah memberikan pembebasan atau pengecualian dari tuntutan atau hukuman atau kerugian kepada seseorang yang telah melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. 
Impunitas penekanan memang banyak diberikan kepada kasus-kasus pelanggaran hak asasi, karena keseriusan dampaknya terhadap para korban, tetapi sebetulnya impunitas mencakup setiap kegagalan berfungsinya hukum dalam melindungi korban tindak kejahatan dengan membiarkan pelakunya bebas dari tanggungjawab apa pun.
Bagi rakyat Papua Barat impunitas merupakan suatu kenyataan yang terus diami saat setelah wilayah Papua dicaplokan kedalam NKRI. Selama 46 setelah PEPERA illegal, rakyat dijadikan korban dari hampir semua tindakan yang tidak menghormati hukum dan hak asasi manusia. Dan dalam banyak kasus, meskipun tindakan-tindakan tersebut, bahkan jelas-jelas bertentangan dengan hukum kolonial sendiri, para pelaku tetap bebas mengulangi tindakannya dan terbebas dari jangkauan hukum. Hukum dan aparat penegak hukum bukan melindungi rakyat dan menghantarkan keadilan, tetapi justru berfungsi menekan rakyat.
Praktek Impunitas di Papua
Baru saja kita saksikan praktek impunitas yang dilakukan Presiden Ke-7 seorang Joko Widodo di tanah Papua. Menyelamatkan, memelihara pelaku dari kejahatan impunitas itu "Joko Widodo" terucap dengan nada kecoplosan mengatakan "biarkan masa lalu sudah berlalu" kita membuka lembaran baru, harapan baru, kata - kata ini hanya ada di LP Abepura-Papua. 
Kata - kata dia menunjukan kegagalan sebuah pemerintah untuk mengambil atau melaksanakan tindakan hukum kepada pelaku. Gimana sembuhkan luka batin atas kepergian 10 juta jiwa rakyat Papua dimusnahkan oleh aparat Indonesia, sedangkan pihak korban menuntut keadilan hukum, atas penyembuhan tangisan, duka dan derita yang ada. 
Membuka lembaran-lembaran lalu ada catatan-catatan sadis yang secara manusiawi tidak dilakukan seperti misalnya seorang manusia disiksa lalu dibunuh menggunakan besi panas dimasukan dalam dubur manusia kemudian keluar lewat mulut.
Catatan - catatan memelihara kejahatan negara " Ali Murtopa dalam buku " Kanibalisme modern dia menuliskan orang Papua mau merdeka cari tempat di langit atau kepulauan malanesia lain. Kami hanya butu kekayaan alam dari Papua.

Benarkah Sumber daya alam (SDA) yang dimaksud benar - benar dikuasai negara Indonesia, hanya sebuah ungkapan belaka. SDA di Papua semuanya diserahkan kepada pihak asing (imperialisme modern), Ali Murtopo hanya dinikmati ampas dari kelompok imperilsme itu.

Bukti nyata lain subversi hukum yang paling nyata adalah pengadilan hukum Indonesia, yang hingga akhir-akhir ini mengganggap pengungkapan pandangan politik secara terbuka sebagai tindakan subversi dan upaya merongrong kedaulatan negara, dan karenanya pelakunya harus dihukum, contohnya adalah pelaku pembunuh Theys Hiyo Eluwai, dia diberi pahlawan dengan pangkat berbintang atas bantuan negara pula dia dicalonkan gubernur di salah - satu provinsi di Jawa.  

Pelaku adili di pengadilan militer namun hanya mendapatkan "supremasi hukum", pelaku disidangkan, dia bebas tugaskan di daerah lain di Indonesia. Semua hukum benar akan tetapi sulit untuk mendapatkan kebenaran itu sendiri.


Kami dalam Perang Dingin
Pada buku Filep Karma "kitong seakan setengah binatang" memberikan kesadaran rakyat, memberikan nafas baru untuk mempersiapkan mental, fisik untuk melawan perang dingin yang berlangsung di Papua Barat. Lihat kiri, dan kanankita tiap detik, Jam dan hari dibantai, dibunuh, disiksa manusia tak berdosa oleh aparat Indonesia, menjauhkan nilai kemanusiaan ketimbang dengan dali dengan isu penjajahan dari Kolonial Indonesia.

Perang dingin adalah lanjutan dari "impunitas" maka simak kasus- kasus kemanusiaan lama dan terbaru di Papua. Kasus kemanusiaan masa - masa reformasi Wamena berdarah, biak berdarah, uncen berdarah, wasior berdarah. Kasus - kasus terbaru yaitu empat pelajar dibantai di lapangan Karel Gobay Enarotali hingga kini pelaku tidak diungkap oleh Komisi Nasional (KOMNAS), Hak Asasi Manusia (HAM), pihak aparat TNI dan Polri di Papua dan Jakarta.

Hari  Jumat, (28/8/2015) hari pesta kekerasaan oleh aparat TNI dan Polri yang bertugas di Papua, yaitu di Timika 2 orang meninggal dunia, 3 lainnya luka para, hari yang sama 1 orang meninggal dunia, 2 lainnya dianiaya sampai babak belur di dok 9. Jayapura, 2 orang meninggal dunia akibat kerusuhan di Sorong dan sekitarnya. Suami istri diketemukan dalam kali dengan tidak bernyawa di Timika.  Seorang mahasiswa umel Mandiri  ditabrak oleh orang tak Kenal di Jayapura.

Pada kasus - kasus ini tidak akan menjamin hukum, dan tempat jadikan promosi jabatan dan pangkat bagi TNI dan Polri maka rakyat yang bersatu melawan, karena telah menuju genosida tersistematis di Papua. Hukum tidak efektif untuk melindungi dan menjamin pelaksanaan rakyat. Kesadaran tidak efektifnya hukum harus kita semua merasakan maka masyarakat sipil sadar cara para penjajah yang ada ini sehingga dapat menutup celah bagi terjadinya impunitas, ia masih bergerak dan masih hidup di Papua.

Salah - satu pilihan bagi rakyat Papua adalah melawan kolonialisme dengan semangat kemauan politik rakyat sipil berdaulat melepaskan pemusnaan yang perang dingin yang berlangsung ini. Pendekatan baru yang dilakukan elit Jakarta, tidak akan membawah perubahan itu sendiri dan tidak akan membawa rasa keadilan bagi rakyat yang telah hidup dalam ketidakadilan di bawah rezim otoriter di Papua Barat.

Kita sedang dalam perang melawan kolonialisem Indonesia, kita sedang dijajah, dia bermain dengan cara impunitas maka rakyatlah sadar dan maju bersatu melawan kediktatoran rezim yang ada. ****
Penulis adalah pemuda Papua Barat, tulisan ini diterbitkan di www.kabarmapega.com edisi 31 Agustus 2015.

Minggu, 14 Desember 2014

Surat Pengaduan di KOMNAS HAM Terkait Kasus Paniai


IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA PANIAI (IPMAPAN) SE- JAWA
Sekretariat : Yamewa Paniai - Jakarta, Contak Person :-

No           : -                            
Perihal     : Surat Pengaduan
Lampiran : Foto satu lembar

Kepada 

Yth: Komnas HAM

         Di

     Jakarta

Kasus Penembakan Terhadap Warga Sipil Di Kabupaten Paniai

Kronologis 

       I.        Awal pembantaian penembakan terhadap warga sipil. Hari Minggu 07 Desember pukul 22.00 malam waktu Paniai di sebuah posko natal terjadi penikaman dan penembakan terhadap seorang anak berumur 12 tahun. Keberadaan posko di pinggir jalan raya Enarotali – Madi tepatnya di bukit Togokotu Kampung Ipakiyee, Distrik Paniai Timur. 

Pada saat itu, di posko natal dijaga oleh tiga orang anak laki-laki berumur 12 tahun. Tidak lama kemudian sebuah mobil patroli milik Arvita 753 dari arah Enarotali menuju Madi tanpa menyalahkan lampu. Sejak itu, mereka menegur sebagai tanda peringatan. Kata mereka, "Woee, kalau jalan malam itu harus nyalahkan lampu". Anggota TNI 753 yang sedang berpatroli tak menerima ungkapan tersebut, mereka menuruni mobil dan mengejek dengan kata – kata sara yaitu disini tidak ada “Tuhan Yesus dan Bunda Maria”, bahkan seorang anak dipukuli dengan popor senjata mengakibatkan anak itu jatu pingsan  sedangkan dua orang rekannya melarikan dari posko natal.


    II.           Hari Senin 8 Desember 2014, Pihak keluarga korban tidak menerima kejadian penganiayaan tersebut. Kemudian warga Ipakiyee hendak  melakukan aksi damai ke kantor Polres Madi Paniai. Dalam perjalanan mereka dihadang oleh aparat keamanan Polri dan Brimob, kemudian pihak keluarga korban memutuskan aksi damai dilakukan di depan kantor Polsek dan Koramil di Enarotali. Awalnya keluarga korban mulai berkumpul di lapangan Karel Gobay sambil waita/yel-yel untuk meminta agar aparat segera bertanggungjawab atas kasus pemukulan terhadap anak dibawah umur.

Tidak tegah - tegah  " dari  kantor Polsek dan kantor  Koramil : 

Aparat gabungan TNI dan Polri langsung mengambil tindakan repreisif dengan melakukan tembakan secara brutal ke arah pelajar yang hendak pergi ke sekolah. 

Setelah itu, TNI dan POLRI melakukan penembakan  ke arah warga yang sedang berkumpul di lokasi Lapangan Karel Gobay

Seharusnya pihak Polri dan TNI harus terlebih dahulu mengambil langkah-langkah yang bijak berupa negosiasi bukan asal main tembak. Dalam insiden itu 5 orang siswa telah ditembak mati dan 17 lainnya  luka kritis di rawat di RSUD Paniai. 

Berikut Identitas korban sebagai berikut:

Para pelajar yang tewas tertembak adalah:

  1.  Simon Degei berusia 18 tahun. Ia sekolah di SMA Negeri 1 Paniai Timur dan saat ini berada di Kelas III. Ia ditembak mati di tempat kejadian dan saat ini masih dijejer bersama mayat lainnya di lapangan sepak bola Karel Gobay.
  2. Otianus Gobai. Ia berusia 18 tahun. Otianus siswa SMA Negeri 1 Paniai Timur, Kelas III, mengenakan baju sekolah, Osis. Ia ditembak mati di tempat.
  3. Alfius Youw berusia 17 tahun. Ia juga adalah siswa SMA Negeri 1 Paniai Timur, Kelas III. Tampak di foto, dia mengenakan baju olahraga biru. Sama dengan tiga lainnya, ia ditembak mati di tempat.
  4. Yulian Yeimo berusia 17 tahun. Ia belajar di SMA Negeri 1 Paniai Timur. Saat ini berada di kelas I. Ia meninggal di RSUD Paniai.
  5.  Abia Gobay berumur 17 tahun. Ia juga siswa SMA Negeri 1 Paniai Timur. Seperti 3 rekan lainnya, ia berada di Kelas III. Abia ditemukan tewas ditembak di Kampung Kogekotu, sebelah lapangan terbang, sekitar 400 meter dari Kantor Polsek Enarotali. Mayat Abia Gobay telah dibawa pergi ke rumah oleh keluarga.

b.    Luka berat (kena timah panas)

Berikut nama-nama mereka:


  1. Oni Yeimo (Pemuda) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
  2. Yulian Mote (25 tahun, PNS) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
  3. Oktovianus Gobay (Siswa SMP Kelas I) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
  4. Noak Gobai (Mahasiswa di STIKIP Semester V) dirawat di RSUD Paniai.
  5. Bernadus Magai Yogi (Siswa SD kelas IV) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
  6. Akulian Degey (Siswa SMP kelas 1) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
  7. Agusta Degey (28 tahun, Ibu Rumah Tangga) dirawat di RSUD.
  8. Andarias Dogopia (Pemuda) dirawat di RSUD Paniai di Madi
  9.  Abernadus Bunai (Siswa SD kelas IV) dirawat di RSUD Paniai di Madi
  10. Neles Gobay (PNS) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
  11. Jerry Gobay (Siswa SD kelas V) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
  12. Marice Yogi (52 tahun, Ibu Rumah Tangga) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
  13. Oktovianus Gobay (Siswa SD kelas V) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
  14. Yulian Tobai (Satpam RSUD) dirawat di RSUD Paniai di Madi, kritis.
  15. Yuliana Edoway (Ibu Rumah Tangga) dirawat di RSUD Paniai di Madi
  16. Jermias Kayame (48 tahun, Kepala Kampung Awabutu) dirawat di RSUD.
  17. Selpi Dogopia (34 tahun).

Tuju belas ( 17 ) pasien korban penembahkan diatas telah di rawat  di RSUD Madi - Paniai.  Dokter Yosua yang juga adalah kepala ruang IGD RSUD Paniai didampingi dr. Hendra Salmen Menda selaku Dokter Umum membenarkan ada luka bekas tembakan peluru senjata. 

Dengan ini, kami yang tegabung dalam pelajar dan mahasiswa/i Paniai se- Jawa mengajukan pengaduan di KOMNAS HAM  Jakarta untuk :  

SSegera Investigasi dan memeriksa komandan Timsus 753 Enarotali, Kapolres, Danpos Brimob secara independent, untuk memastikan anggotanya yang terlibat dalam kejadian penembakan ini dan memproses secara hukum dan terbuka pelaku penembakan ini dan dihukum seberat-beratnya.



                                                                                           Jakarta, 9 Desember 2014



Senin, 30 Juni 2014

LP Identifikasi dan Pengendalian Hama terpenting Pada Tanaman Kubis dan Bawang Daun





BAB I
PENDAHULUAN

1.1.              LATAR BELAKANG
            Urbanisasi penduduk pedesaan ke daerah perkotaan tidak dapat dihindari karena pesatnya pertumbuhan ekonomi di daerah perkotaan. Meningkatnya jumlah penduduk di daerah perkotaan membawa dampak terhadap peningkatan kebutuhan pangan, khususnya sayuran.
            Produksi sayuran Indonesia sampai tahun 2005 mencapai 9 101 987 ton dan tingkat konsumsi pada tahun 2005 sebesar 7 732 634.39 ton. Produksi kangkung Indonesia tahun 2005 adalah 229.99 ton (Direktorat Jendral Hortikultura, 2008). Produksi selada Indonesia tahun 2005 kurang dari 1000 ton produksi kubis dan crucifera lainnya (termasuk caisin dan pakcoi) pada tahun yang sama sebesar 1 290 000 ton (Food Agriculuture Organization, 2007). Komoditas tersebut merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat. Jika dikaitkan dengan ketahanan pangan Indonesia produksi beberapa sayuran tersebut belum dapat memenuhi permintaan dan konsumsi dalam negeri. Peningkatan produktivitas dengan kualitas yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan volume pemasaran bagi produk pertanian khususnya komoditi sayuran sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Berbagai upaya sudah dilakukan untuk dapat meningkatkan produksi sayuran, namun demikian masih belum dapat mengimbangi permintaan pasar. Keadaan ini dimungkinkan antara lain sebagai akibat peningkatan jumlah penduduk, perbaikan pendapatan dan peningkatan kesadaran gizi masyarakat. Selain itu di kota-kota besar tumbuh permintaan pasar yang menghendaki komoditas sayuran dengan kualitas yang baik dan dengan berbagai jenis yang lebih beragam.
            Berbagai jenis komoditas sayuran diusahakan oleh petani di daerah pinggiran perkotaan dalam luas garapan yang sempit, seperti sawi (caisim), bayam, kangkung, terong, cabe, tomat, bawang merah, bawang putih, kacang panjang dan sebagainya. Umumnya dalam satu penguasaan lahan, diusahakan beraneka ragam komoditas sayuran dalam petakan yang berbeda, misalnya disamping diusahakan komoditas sayuran sawi hijau (caisim), ditanam juga bayam, kangkung, wortel, kacang tanah dan komoditas sayuran lainnya.

           Masih banyak masyarakat yang membudidayakan tanaman sayuran daun dan tanaman sayuran buah, tetapi kurang memahami dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit. Sehingga hasil yang didapat dari produk tanaman hortikultura pun menurun drastis. Karena budidaya tanaman hortikultura tidak pernah lepas dari masalah hama dan penyakit tanaman tersebut. Oleh karena itu untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit, dalam pengendaliannya menggunakan cara yang  aman bagi lingkungan, misalnya pemangkasan, mengurangi kelembaban  tanah, memerhatikan kebersihan tanaman di sekitar, melakukan pemupukan  yang berimbang, memperbaiki sistem drainase, pemilihan benih dan bibit tanaman, menggunakan varietas yang tahan, atau penggunaan musuh alami,  dan sebagai pilihan terakir digunakan pestisida sesuai anjuran dan kondisi  tempat.
Hama dapat diartikan dengan hewan pengganggu yang menyerang  bagian-bagian tanaman yang dibudidayakan, sehingga menyebabkan tanaman tidak  maksimal atau bahkan bisa menyebabkan kematian.

1.2. Tujuan Praktek
            Tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah untuk  pengamatan hama menyerang pada beberapa tanaman sayuran daun dan sayuran buah  yaitu  brokoli, dan bawang daun serta pengendalian hama.
1.3.  Kegiatan Praktek
Kegiatan yang dilakukan adalah kunjungan lapangan untuk pengamatan dan mengidentifikasi organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman sayuran daun.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Kol atau Kubis
Kol atau kubis merupakan tanaman sayur famili Brassicaceae berupa tumbuhan berbatang lunak yang dikenal sejak jaman purbakala (2500-2000 SM) dan merupakan tanaman yang dipuja dan dimuliakan masyarakat Yunani Kuno.
Tanaman kubis (Brassica oleracea) termasuk jenis tanaman sayuran daun dan tergolong ke dalam tanaman semusim (berumur pendek). Tanaman tumbuh pendek dengan tinggi berkisar antara 15 cm - 20 cm atau lebih, bergantung pada tipe dan varietasnya. Tanaman kubis  hanya cocok dibudidayakan di daerah pegunungan berudara sejuk sampai dingin pada ketinggian 1.000-2.000 m dpl.
Menurut Rukmana (1994), berdasarkan klasifikasi, kol/kubis termasuk dalam :
Divisi               :  Spermatophyta
Sub Divisi       :  Angiospermae
Klas                 :  Dicotyledoneae
Famili              :  Cruciferae
Genus              :  Brassica
Spesies             :  Brassica oleracea
Tanaman kubis/kol (Brassica oleracea) tidak terlepas dari hama dan penyakit tanaman. Hama yang diserang yaitu ulat daun kubis Plutella xylostella L, Hellula undalis.(F), Crocidololia binotalis Zell, Phyllotreta vittata (F), Spodoptera litura. (F), Chrysodeixis chalcites (Esp.), Helicoverpa armigera Hubn, dan Myzus persicae (Sulz).
Penyakit kubis yang diserang secara umum yaitu gejala serangan akar pekuk (Plasmodiopora brassicae), becak daun Alternaria kubis (Alternaria brassicae), busuk hitam, gejala serangan busuk basah (Erwinia caratovora), dan gejala penyakit kaki hitam kubis (Phoma lingam). Penyakit-penyakit pada kubis yang telah disebutkan diatas, secara garis besar disebabkan oleh dua patogen yaitu cendawan dan bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh cendawan ada tiga yaitu akar gada, bercak daun, dan kaki hitam.
Pengendalian hama dan penyakit tanaman  secara umum dilakukan dengan beberapa cara yaitu melalui teknis,  biologi, kimia. Pengendalian dengan kultur teknis diantaranya: pengobatan dengan air panas. Perawatan benih dengan air panas adalah salah satu cara mengendalikan spora pada kulit biji. Pengendalian penyakit melalui biologi kontrol melalui  jamur actinomycetes, Streptomyces arabicus, menunjukkan efek antijamur pada Alternaria brassicae  dapat menekan pertumbuhan spesies cendawan tersebut. Sedangkan  pengendalian penyakit melalui kimia dengan menggunakan fungisida sepenuhnya menghambat pathogen.

B.     Bawang Daun
Daun bawang merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan. Dalam seni masak Indonesia, daun bawang bisa ditemukan misalnya dalam martabak telur, sebagai bagian dari sop, atau sebagai bumbu tabur seperti pada soto.
Daun bawang sebenarnya istilah umum yang dapat terdiri dari spesies yang berbeda. Jenis yang paling umum dijumpai adalah bawang daun (Allium fistulosum). Jenis lainnya adalah A. ascalonicum, yang masih sejenis dengan bawang merah. Kadang-kadang bawang prei juga disebut sebagai daun bawang.
Menurut (Rukmana, 1995) kedudukan tanaman bawang daun dalam sistematika tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisio             : Spermathopyta
Sub Divisio     : Angiospermae
Kelas               : Monocotyledoneae
Ordo                : Liliales
Famili              : Liliaceae
Genus              : Allium
Spesies            : Allium fustulosum L. (bawan g daun) atau Allium porum  L. (bawang prei).
Tanaman bawang daun juga (Allum fustula L) tidak terlepas dari hama penyakit tanaman. Secara umum hama – hama yang  serang tanaman bawang daun yaitu ulat bawang/ ulat grayak (Spodoptera exequa Hbn), ulat tanah (Agrotis ypsilonHufn), Thrips/kutu loncat (Thrips tabbaci Lind), bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Ciff), busuk daun (Peronospora destructor (Berk.) Caps), busuk leher batang (Bortrytis allii Mun), dan Antraknose (Colectotrichum gleosporiodes Penz.).
Penyakit bawang daun yaitu antraknosa, mati ujung, penyakit diplodia, busuk leher batang daun disebabkan oleh Botrytis allili Munn, dan busuk bakteri yang disebabkan oleh bakteri Pseudomonas alliicolas Starr. Tanaman bawang pun tidak terlepas dari penyakit virus yaitu mosaik, streak, dan kerdil kuning.
Secara umum pengendalian hama  penyakit pada tanaman bawang daun dilakukan dengan beberapa cara yaitu melalui mekanis, hayati, biologi dan secara kimia.  



BAB III
METODOLOGI
1.      Tempat dan Waktu
Praktik dilaksanakan di kebun garapan petani pada petak contoh pertanaman brokoli dan bawang daun di Cisarua Bogor pada bulan Februari 2014.
2.      Bahan dan Alat
Pada praktik kali ini bahan yang digunakan adalah pengamatan hama dan penyakit  tanaman kubis dan bawang daun dan bahan pestisida. Sedangkan alat yang disediakan untuk praktikum ini adalah transportasi, sprayer, skop.
3.      Metode
Metode yang dilakukan adalah pengamatan OPT secara fisik dilihat dengan mata telanjang. Teknik yang digunakan berupa wawancara, diskusi dan studi pustaka.









BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.   Hama – hama dan Penyakit Penting Pada Tanaman Kubis Serta Pengendaliannya.
A.    Hama penting pada tanaman Kubis
a.    Hama Ulat Daun Kubis  Plutella xylostella L. (Lepidoptera: Plutellidae)
Hama ulat daun kubis Plutella xylostella L. (Lepidoptera : Plutellidae) merupakan salah satu jenis hama utama di pertanaman kubis. Apabila tidak ada tindakan pengendalian, kerusakan kubis oleh hama tersebut dapat meningkat dan hasil panen dapat menurun baik jumlah maupun kualitasnya. Serangan yang timbul kadang-kadang sangat berat sehingga tanaman kubis tidak membentuk krop dan panennya menjadi gagal. Kehilangan hasil kubis yang disebabkan oleh serangan hama dapat mencapai 10-90 persen. Ulat daun kubis P. xylostella bersama dengan ulat jantung kubis Crocidolomia pavonana F. mampu menyebabkan kerusakan berat dan dapat menurunkan produksi kubis sebesar 79,81 persen. Kondisi seperti ini tentu saja merugikan petani sebagai produsen kubis. Oleh karena itu upaya pengendalian hama daun kubis ini sebagai hama utama tanaman kubis perlu dilakukan untuk mencegah dan menekan kerugian akibat serangan hama tersebut. Hama ulat daun kubis dapat dilihat  pada gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Ulat daun Kubis (Plutella Xylostella L.)
Pengendalian ulat kubis dapat dilakukan dengan cara mekanis, kimiawi dengan insektisida kimia sintetik selektif maupun insektisida nabati, pola bercocok tanam (tumpangsari, rotasi, irigasi, penanaman yang bersih), penggunaan tanaman tahan, pemakaian feromon, pengendalian hayati menggunakan predator, parasitoid (misalnya dengan Diadegma semiclausum Helen, Cotesia plutellae Kurdj., dll.), patogen (misalnya pemakaian bakteri B. thuringiensis, jamur Beauveria bassiana, dsb.) serta aplikasi program PHT.

b.      Crocidololia binotalis Zell.
 Serangga hama ini dikenal dengan ulat krop kubis atau large cabbage heart caterpillar, termasuk ordo Lepidoptera, farnili Pyralidae dan mempunyai daerah penyebaran di Indonesia. Ngengat C. binotalis berwarna kelabu kecoklatan dengan rentangan sayap 20 mm dan panjang 13 mm. Telur diletakkan secara berkelompok pada daun dengan stadium 4 hari. Larvanya berwarna coklat sampai hijau tua. Stadium larva 14 hari. Pupanya berada dalam tanah. Daur hidup 24-32 hari. Larva C. binotalis merusak kubis yang sedang membentuk krop, sehingga daun kubis berlubang-lubang. Kerusakan ringan berakibat menurunnya kualitas kubis sedang kerusakan berat menyebabkan tanaman kubis tidak dapat dipanen.Tanaman inang C. binotalis adalah petsai dan kubis-kubisan. Hama Crocidololia binolatis Zell dapat dilihat gambar  2 dibawah ini.
                                      Gambar 2. Hama Crocidololia binolatis Zell
Pengendalian C. binotalis dapat dilakukan dengan tumpangsari kubis dengan tomat. Konservasi musuh alami penggunaan parasitoid Sturmia incospicuoides Bar., Atrometus sp., Mesochorus so., dan. Chelonus tabonus Sonar. Penggunaan insektisida sintetik apabila ditemukan 3 ekor larva setiap 10 tanaman.
c.       Hellula undalis (F).
Serangga hama ini dikenal dengan ulat krop bergaris atau striped cabbage heart caterpillar, termasuk ordo Lepidoptera, famili Pyralidae dan mempunyai daerah penyebaran di Indonesia. Ngengat H undalis berwarna kelabu dan pada sayap depan terdapat garis-garis pucat serta titik-titik. Larvanya berwarna kuning kecoklatan dengan kepala hitam dan pada badannya terdapat enam garis yang memanjang berwarna coklat. Pupanya di tanah terbungkus kokon, tertutup oleh partikel tanah. Daur hidupnya 23-25 hari. Serangan larva muda seperti serangan yang disebabkan oleh Plutela sp. dan gejala serangan larva tua seperti gejala serangan Crocidolomia sp. Tanaman inang H.undalis adalah Petsai, sawi, lobak, dan, kubis tunas. Ngengat H undalis dapat dilihat di gambar 3 berikut ini.
                                  Gambar 3. Hama hellula Undalis (F).

B.  Penyakit Penting Pada Tanaman Kubis
Penyakit-penyakit pada kubis yang telah disebutkan dibawah, secara garis besar disebabkan oleh dua patogen yaitu cendawan dan bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh cendawan ada tiga yaitu akar gada, bercak daun, dan kaki hitam, sedangkan penyakit pada kubis oleh patogen bakteri ada dua yaitu busuk hitam dan busuk basak. Masing- masing uraian yaitu penyebab penyakit, gejala penyakit, pengendalian serta dilampirkan dengan gambar penyakit pada tanaman kubis.
a.    Akar gada
Clubroot atau Akar Gada merupakan penyakit terpenting pada tanaman kubis-kubisan yang disebabkan oleh jamur Plasmodiophora brassicae. Akar gada menyebabkan kerusakan yang parah pada tanaman rentan tumbuh pada tanah yang terifeksi. Hal ini disebabkan patogen yang menginfeksi tanah ini tetap menjadi saprofit pada tanah sehingga kubis-kubisan kurang cocok lagi untuk dibudidayakan di tempat tersebut (Agrios, 2005).
Plasmodiophora brassicae yang menyerang kubis ini termasuk dalam kelas plasmodiophoromycetes. Gejala yang khas pada tanaman yang terifeksi Plasmodiophora brassicae adalah pembesaran akar halus dan akar sekunder yang membentuk seperti gada. Bentuk gadanya melebar di tengah dan menyempit di ujung. Akar yang telah terserang tidak dapat menyerap nutrisi dan air dari tanah sehingga tanaman menjadi kerdil dan layu jika air yang diberikan untuk tanaman agak sedikit. Bagian bawah tanaman menjadi kekuningan pada tingkat lanjut serangan penyakit. Spora dapat bertahan di tanah selama 10 tahun, dan bisa juga terdapat pada rumput-rumputan.
Penyakit ini bisa menyebar melalui tanah, dalam air tanah, ataupun dari tanaman yang sudah terkena. Gejala pada permukaan atas tanah dapat dilihat dengan menguningnya daun. Layu pada siang hari dan akan segar kembali pada malam hari. Tanaman akan kelihatan kerdil, tanaman muda yang terserang akan dengan cepat mati sedangkan tanaman tua dapat bertahan hidup namun tidak dapat menghasilkan krop yang dapat dipasarkan. Penyakit akar gada dapat dilihat pada gambar 4 berikut ini.
  Gambar 4. Penyakit Akar Gada (Plasmodiopora brassicae)
Ada beberapa pengendalian dilakukan yaitu dengan menggunakan bibit yang bebas hama dan penyakit. Pergiliran tanaman kurang sesuai diterapkan untuk kasus ini karena sporanya dapat bertahan lama serta gulma yang dapat menyebabkan penyakit ini. Pengapuran tanah untuk meningkatkan pH menjadi 7.2 sangat efektif untuk mengurangi perkembangan penyakit. Penyiraman fungisida Promefon 250EC pada lubang tanam yang dicampur dengan air saat tanam juga dapat mengurangi perkembangan penyakit.
b.      Bercak Daun Alternaria
Bercak daun alternaria merupakan penyakit yang sering ditemukan pada berbagai jenis tanaman di seluruh dunia diantaranya kubis, tomat, kentang, kacang tanah, tembakau, geranium, apel, bawang, jeruk lemon, dll. Penyebab penyakit Alternaria sp. mempunyai miselium berwarna gelap dan pada jaringan tua memproduksi konidiofor pendek, sederhana, dan tegak yang dapat menopang konidia. Konidia dari dari Alternaria sp. cukup besar gelap, panjang, multiselular, dan mempunyai sekat melintang dan membujur. Konidifor dari Alternaria. brassicae menghasilkan spora aseksual (konidia) dengan panjang rata-rata antara 160-200 μm. Sporulasi terjadi (in vitro) antara suhu 8 sampai 240C dimana spora dewasa dapat terbentuk setelah 14 sampai 24 jam.
Alternaria brassicae dapat mempengaruhi spesies inang pada semua tahap pertumbuhan, termasuk biji. Gejala yang ditimbulkan sering terjadi pada daun yang lebih tua, karena mereka lebih dekat dengan tanah dan lebih mudah terinfeksi sebagai akibat dari percikan hujan atau hujan ditiup angin. Akhir infeksi, atau infeksi daun yang lebih tua, tidak mengurangi karakteristik krop, dan dapat dikontrol melalui penghapusan intensif daun terinfeksi. Serangan pada tanaman di persemaian dapat mengakibatkan damping off atau tanaman kerdil. Bentuk bercak daun sangat beragam ukurannya dari sebesar lubang jarum hingga yang berdiameter 5 cm. Umumnya serangan dimulai dengan adanya bercak kecil pada daun yang membesar hingga kurang lebih berdiamter 1,5 cm dan berwarna gelap dengan lingkaran konsentris. Gejala ini sering disebut dengan browning. Pada kondisi cuaca yang lembab tampak bulu-bulu halus kebiruan di pusat bercak yang bercak tersebut sering terdapat cincin-cincin sepusat. Penyakit daun alternaria dapat dilihat pada gambar 5 berikut ini.
                 Gambar 5. Penyakit Bercak Daun Alternaria Kubis (Alternaria brassicae).
Pengendalian Penyakit menurut Rebecca (2001), pengendalian terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan perlakuan kultur teknis dan kimia. Pengendalian dengan kultur teknis diantaranya: Pengobatan dengan air panas: Perawatan benih dengan air panas adalah salah satu cara mengendalikan spora pada kulit biji. Tanaman rotasi: Rotasi dengan tanaman bukan kubis dan pemberantasan gulma silangan dapat membantu mengendalikan patogen. Biologi control dengan jamur actinomycetes, Streptomyces arabicus, menunjukkan efek antijamur pada Alternaria brassicae pada laboratorium dan studi lapangan sehingga dapat menekan pertumbuhan spesies cendawan tersebut. Pengendalian dengan cara kimiawi dapat dilakukan engan menggunakan fungisida.
c.       Kaki Hitam
Penyakit kaki hitam disebabkan oleh pathogen Phoma Lingam yang merupakan patogen serius yang dapat menyebabkan penyakit kaki hitam, kanker , dan busuk kering brassicae dan silangan lain. Batang dibusukkan / penyakit penipu disebabkan oleh jamur Phoma lingam ascomycetes.
Gejala yang ditimbulkan penyakit kaki hitam oleh pathogen phoma lingam yaitu Noda pada batang dan daun, bulat telur sampai yg tersebar luas, pada awalnya kuning kehijauan, kemudian kelabu kuning, akhirnya abu-abu, depresi, dengan ungu ke perbatasan hitam. Kanker memanjang pada pangkal batang, mula-mula berwarna coklat muda, kemudian mejadi kehitaman, yang sering dikelilingi oleh batas berwarna ungu. Di bagian tengah luka terdapat titik-titik hitam yang terdiri dari piknidium jamur penyebab penyakit. Kanker dapat meluas sehingga batang bergelang, bagian dalam batang busuk kering berwarna coklat, mula-mula terdapat becak warna pucat dengan batas kurang jelas yang menjadi becak bulat dengan warna kelabu ditengah. Daun-daun yang layu biasanya tetap bergantung pada tanaman, sedangkan daun-daun yang masih segar sering mempunyai tepi berwarna kemerahan. Pada tanaman penghasil benih, penyakit dapat timbul pada polongan (buah), dan biji yang terinfeksi menjadi keriput. Perakaran yang sakit akan rusak sedikit demi sedikit sehingga tanaman menjadi layu dan kemudian mati. Penyakit kaki hitam dapat dilihat pada gambar 6 dibawah ini.
                                          Gambar 6. Penyakit kaki hitam kubis (Phoma lingan).
Teknik pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit kaki hitam yaitu pemencaran penyakit ke daerah yang belum terjangkit harus dicegah, menanam benih yang sehat yang dihasilkan oleh daerah-daerah yang kering, khususnya yang mempunyai cuaca kering pada waktu tanaman membentuk buah. Sanitasi pertanaman, sisa-sisa tanaman, khususnya tanaman sakit, dipendam dalam tanah cukup dalam, agar tidak menjadi sumber infeksi bagi pertanaman yang akan datang atau pertanaman sekitarnya. Tidak membuat persemaian di tanah yang mungkin mengandung penyebab penyakit, di daerah yang sudah terjangkit dan penggunaan fungisida secara efisien.
d.      Busuk Hitam
      Penyakit busuk hitam adalah salah satu penyakit yang paling merusak kubis dan silangan lain. Kubis adalah salah satu silangan paling rentan terhadap busuk hitam. Penyebab penyakit busuk hitam adalah Xanthomonas campestris pv. Campestris. Bakteri ini bersel tunggal, berbentuk batang, 0,7-3,0 x 0,4-0,5 µm, membentuk rantai, berkapsula, tidak berspora, bersifat gram negatif, bergerak dengan satu flagel polar.
Tanaman dapat terserang busuk hitam pada setiap tahap pertumbuhan. Pada pembibitan, infeksi yang pertama kali muncul dengan menghitamkan sepanjang kotiledon. Bibit terserang patogen akan berwarna kuning sampai coklat, layu, dan runtuh. Pada tanaman yang memasuki pertumbuhan vegetatif lanjut akan menunjukkan gejala kerdil, layu, daun yang terinfeksi berbentuk wilayah-V. Wilayah V ini kemudian membesar dan menuju dasar daun, berwarna kuning sampai coklat, dan kering. Gejala ini dapat muncul pada daun, batang, akar, dan berubah menjadi hitam akibat patogen yang berkembang biak. Penyakit busuk hitam dapat dilihat pada gambar 7 berikut ini.

                     Gambar 7. Busuk Hitam Kubis
Menurut Rukmana (1994), pengendalian dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman yang bukan jenis kubis-kubisan, sehingga akan memberikan waktu yang cukup bagi serasah dari tanaman kubis-kubisan untuk melapuk. Lalu menggunakan benih bebas hama dan penyakit yang dihasilkan di iklim yang kering. Hindari untuk bekerja di lahan saat daun tanaman basah. Tanamlah varietas kubis yang tahan terhadap busuk hitam. Penyemprotan bakterisida Kocide 77 WP sangat dianjurkan, terutama untuk budidaya di musim penghujan. Tanaman dan daun sakit dipendam dalam tanah. Menutup tanah dengan jerami untuk mengurangi penyakit. Tanaman yang terserang bakteri busuk hitam dicabut dan daun-daun yang terinfeksi dikumpulkan untuk dimusnahkan (Soeroto,1994).

e.       Busuk Basa (Erwinia Caratovara)

    Penyakit busuk lunak ini telah menyebkan kerugian ekonomi yang besar akibat berkurangnya jumlah produksi yang dapat terjual: rendahnya kualitas; dan besarnya biaya pengendalian. Penyebab penyakit Erwinia carotovora merupakan bakteri berbentuk batang, bersifat gram negatif, umumnya berbentuk rantai, tidak berkapsul dan tidak berspora, dapat bergerak aktif dengan 2-5 flagella. Ukuran selnya 1,5-2,0 x 0,6-0,9 mikron (Permadi dan Sastroosiswojo, 1993).
    Gejala awal yang mucul pada tanaman berupa gejala basah yang kecil dan diameter serta kedalamannya melebar secara cepat. Bagian tanaman yang terkena menjadi lunak dan berubah warna menjadi gelap apabila serangan terus berlanjut. Warna pada permukaannya menjadi hijau pucat dan mengkerut. Pada jaringan yang terinfeksi akan berwarna buram dan kemudian akan berubah menjadi krem dan berlendir. Jika hal ini terjadi, maka pada permukaan akan tampak cairan berwarna keruh. Perkembangan penyakit hingga tanaman membusuk hanya butuh waktu 3-5 hari. Jika akar krop telah terserang, gejala kemudian dapat muncul pada batang berupa batang yang berair, hitam, dan berkerut menyebabkan tanaman kerdil, layu dan mati.  Penyakit busuk basa (Erwinia caratovara) dapat dilihat pada gambar 8 berikut.
                        Gambar 8. Penyakit Busuk Basah  (Erwinia caratovara)
      Pengendalian secara preventif bisa ditempuh melalui kebersihan lingkungan dan sistem budidaya. Menunggu tanah melapukkan sisa-sisa tanaman lama di lahan sebelum menanam tanaman selanjutnya sangat dianjurkan untuk mengatasi hal ini. Lahan harus memiliki drainase yang baik untuk mengurangi kelembaban tanah serta jarak tanamnya harus cukup memberikan pertukaran udara untuk mempercepat proses pengeringan daun saat basah. Pembuatan pelindung hujan dapat pula menghindari percikan tanah dan pembasahan daun yang akan mengurangi gejala busuk lunak. Penyemprotan bacterisida seperti Kocide 77WP dengan interval 10 hari sangat dianjurkan terutama saat penanaman musim hujan. Sanitasi, jarak tanam tidak terlalu rapat. Menghindari terjadinya luka yang tidak perlu dan pengendalian pasca panen.

4.2.             Hama dan Penyakit  Terpenting Pada Tanaman Bawang
A.   Hama terpenting pada tanaman Bawang
1.    Ulat Bawang
Serangga dewasa merupakan ngengat dengan sayap depan berwarna kelabu gelap dan sayap belakang berwarna agak putih. Imago betina meletakkan telur secara berkelompok pada ujung daun. Satu kelompok biasanya berjumlah 50 – 150 butir telur. Seekor betina mampu menghasilkan telur rata-rata 1.000 butir. Telur dilapisi oleh bulu-bulu putih yang berasal dari sisik tubuh induknya. Telur berwarna putih, berbentuk bulat atau bulat telur (lonjong) dengan ukuran sekitar 0,5 mm. Telur menetas dalam waktu 3 hari. Larva S. exigua berukuran panjang 2,5 cm dengan warna yang bervariasi. Ketika masih muda, larva berwarna hijau muda dan jika sudah tua berwarna hijau kecoklatan gelap dengan garis kekuningan-kuningan (Gambar 9).
Gambar 9. Telur, Larva dan Imago S.exugua
Lama hidup larva 10 hari. Pupa dibentuk pada permukaan tanah, berwarna coklat terang dengan ukuran 15 – 20 mm. Lama hidup pupa berkisar antara 6 – 7 hari (Fye and Mc Ada 1972). Siklus hidup dari telur sampai imago adalah 3 – 4 minggu. Larva S. exigua mempunyai sifat polifag (pemakan segala). Gejala serangan yang ditimbulkan oleh ulat bawang ditandai oleh adanya lubang-lubang pada daun mulai dari tepi daun permukaan atas atau bawah (Gambar 10).
                      Gambar  10.  Gejala serangan S. Exegua pada tanaman bawang
2.      Ulat Grayak
Ngengat berwarna agak gelap dengan garis putih pada sayap depannya, sedangkan sayap belakang berwarna putih dengan bercak hitam. Seekor ngengat betina mampu menghasilkan telur sebanyak 2.000 – 3.000 butir. Telur berwarna putih diletakkan berkelompok dan berbulu halus seperti diselimuti kain laken. Dalam satu kelompok telur biasanya terdapat sekitar 350 butir telur. Larva mempunyai warna yang bervariasi, tetapi mempunyai kalung hitam pada segmen abdomen yang keempat dan kesepuluh. Pada sisi lateral dan dorsal terdapat garis kuning. (Gambar 11). Pupa berwarna coklat gelap terbentuk dalam tanah.

                                                  Gambar 11. Larva S. Litura
3.      Thrips
  Tubuhnya tipis sepanjang ± 1 mm dan dengan sayap berumbai-umbai. Warna tubuh kuning dan berubah menjadi coklat sampai hitam jika sudah dewasa. Telur berwarna kekuningan, lama hidup 4 – 5 hari. Nimpa berwarna putih kekuningan lama hidupnya sekitar 9 hari (Gambar 12). Pupa terbentuk dalam tanah, lama hidup sekitar 9 hari. Satu ekor betina mampu menghasilkan telur sebanyak 80 telur (Stepen, 2006). Gejala serangan daun berwarna putih keperak-perakan (Gambar 13). Pada serangan hebat, seluruh areal pertanaman berwarna putih dan akhirnya tanaman mati. Serangan hebat terjadi pada suhu udara rata-rata di atas normal dan kelembaban lebih dari 70%. T. tabaci menyerang paling sedikit 25 famili tanaman seperti kacang-kacangan, brokoli, kubis, wortel, kubis bunga,kapas, mentimun, bawang putih, melon, bawang merah, pepaya, nenas, tomat, dan tembakau.
Gambar 12. Nimfa T. Tabaci
Gambar 13. Gejala serangan trips bawang
4.      Lalat Penggorok Daun
Liriomyza sp. menyerang tanaman bawang merah dari umur 15 hari setelah tanam sampai menjelang panen. Kehilangan hasil akibat hama tersebut dapat mencapai 30 – 100%. Tanaman bawang merah yang terserang hama ini daunnya mengering akibat korokan larva sehingga umbi bawang yang dihasilkan berukuran sangat kecil. Pada keadaan serangan berat, hampir seluruh helaian daun penuh dengan korokan, sehingga menjadi kering dan berwarna coklat seperti terbakar. Spesies yang menyerang tanaman bawang merah adalah L. chinensis. L. chinensis berukuran panjang 1,7 – 2,3 mm. Seluruh bagian punggungnya berwarna hitam, telur berwarna putih, bening, berukuran 0,28 mm x 0,15 mm. Larva berwarna putih susu atau kekuningan, dan yang sudah berusia lanjut berukuran 3,5 mm (Gambar 14). Pupa berwarna
Gambar 14. Larva, Pupa dan Imago L.chinensis
kuning keemasan hingga cokelat kekuningan, dan berukuran 2,5 mm (Gambar 14). Seekor betina mampu menghasilkan telur sebanyak 50 – 300 butir. Siklus hidup pada tanaman bawang merah sekitar 3 minggu.Gejala daun bawang merah yang terserang, berupa bintik-bintik putih akibat tusukan ovipositor, dan berupa liang korokan larva yang berkelok-kelok. Pada keadaan serangan berat, hampir seluruh helaian daun penuh dengan korokan, sehingga menjadi kering dan berwarna coklat seperti terbakar (Gambar 15).
Gambar 15. Gejala Serangan L.chinensis pada tanaman bawang merah.
5.      Orong – Orong atau Anjing Tanah
Imago menyerupai cengkerik, mempunyai sepasang kaki depan yang kuat, dan terbang pada malam hari (Gambar 16). Nimfa seperti serangga dewasa, tetapi ukurannya lebih kecil. Sifatnya sangat polifag, memakan akar, umbi, tanaman muda dan serangga kecil seperti kutu daun. Lamanya daur hidup 3 – 4 bulan. Umumnya orong-orong banyak dijumpai menyerang tanaman bawang merah pada penanaman kedua. Hama ini menyerang tanaman yang berumur 1 -2 minggu setelah tanam. Gejala serangan ditandai dengan layunya tanaman, karena akar tanaman rusak.
Gambar 16. Anjing tanah atau Orong – orong (Gryllotalpa africana Pal).
B.     Penyakit Penting pada Tanaman Bawang
1.    Penyakit Trotoar atau bercak ungu (Purple blotch).
Patogen: cendawan Alternaria porri (Ell.) Cif. Gejala : Infeksi awal pada daun menimbulkan bercak berukuran kecil, melekuk ke dalam, berwarna putih dengan pusat yang berwarna ungu (kelabu). Jika cuaca lembab, serangan berlanjut dengan cepat, bercak berkembang hingga menyerupai cincin dengan bagian tengah yang berwarna ungu dengan tepi yang kemerahan dikelilingi warna kuning yang dapat meluas ke bagian atas maupun bawah bercak. Ujung daun mengering, sehingga daun patah. Permukaan bercak tersebut akhirnya berwarna coklat kehitaman (Gambar 17). Serangan dapat berlanjut ke umbi, yang menyebabkan umbi membusuk, berwarna kuning lalu merah kecoklatan. Semula umbi membusuk dan berair yang dimulai dari bagian leher, kemudian jaringan umbi yang terinfeksi mengering dan berwarna lebih gelap. Umbi tersebut dapat menjadi sumber infeksi untuk tanaman generasi berikutnya jika digunakan sebagai bibit.

                                                 Gambar 17. Penyakit Alternaria porii dan gejala serangannya pada
                                               tanaman bawang merah.

2.      Penyakit Otomatis atau Antraknose (Antacnose)
Patogen : cendawan Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) Gejala penyakit ini disebut penyakit otomatis, karena tanaman yang terinfeksi akan mati dengan cepat, mendadak, dan serentak. Serangan awal ditandai dengan terlihatnya bercak berwarna putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan ke dalam (invaginasi), berlubang dan patah karena terkulai tepat pada bercak tersebut (Gambar 18). Jika infeksi berlanjut, maka terbentuklah koloni konidia yang berwarna merah muda, yang kemudian berubah menjadi coklat muda, coklat tua, dan akhirnya kehitam-hitaman. Dalam kondisi kelembaban udara yang tinggi terutama pada musim penghujan, konidia berkembang dengan cepat membentuk miselia yang tumbuh menjalar dari helaian daun, masuk menembus sampai ke umbi, seterusnya menyebar di permukaan tanah, berwarna putih, dan menginfeksi inang di sekitarnya. Umbi kemudian membusuk, daun mengering dan sebaran serangan yang bersifat sporadis tersebut, pada hamparan tanaman akan terlihat gejala botak-botak di beberapa tempat.
                Gambar 18. Gejala serangan penyakit Colletotrichum gloeosporioides
                                                pada tanaman bawang merah.
3.      Penyakit embun bulu atau tepung palsu (Downy mildew)
Patogen : cendawan Peronospora destructor (Berk.) Casp. Gejala : Pada kondisi yang lembab, berkabut atau curah hujan tinggi, cendawan akan membentuk masa spora yang sangat banyak, yang terlihat sebagai bulu-bulu halus berwarna ungu (violet) yang menutupi daun bagian luar dan batang (umbi) (Gambar 19). Gejala kelihatan lebih jelas jika daun basah terkena embun. Gejala akibat infeksi cendawan ini dapat bersifat sistemik dan lokal. Jika infeksi terjadi pada awal pertumbuhan tanaman, dan tanaman mampu bertahan hidup, maka pertumbuhan tanaman terhambat dan daun berwarna hijau pucat. Bercak infeksi pada daun mampu menyebar ke bawah hingga mencapai umbi lapis, kemudian menjalar ke seluruh lapisan, Akibatnya, umbi menjadi berwarna coklat. Serangan lanjut akan mengakibatkan umbi membusuk, tetapi lapisan luarnya mengering dan berkerut, daun layu dan mengering, sering dijumpai anyaman miselia yang berwarna hitam. Gejala lokal biasanya merupakan akibat infeksi sekunder, yang mengakibatkan bercak pada daun yang berwarna pucat dan berbentuk lonjong, yang mampu menimbulkan gejala sistemik seperti tersebut di atas.


                             Gambar 19. Gejala Serangan Embun Bulu pada tanaman bawang merah
4.      Penyakit Layu Fusarium (Twisting Disease)
Organisme : cendawan Fusarium oxysporum (Hanz.). Gejala : Sasaran serangan adalah bagian dasar umbi lapis. Akibatnya pertumbuhan akar maupun umbi terganggu. Gejala visual adalah daun yang menguning dan cenderung terpelintir (terputar). Tanaman sangat mudah tercabut karena pertumbuhan akar terganggu bahkan membusuk. Pada dasar umbi terlihat cendawan yang berwarna keputih-putihan, sedangkan jika umbi lapis dipotong membujur terlihat adanya pembusukan, yang berawal dari dasar umbi meluas ke atas maupun ke samping. Serangan lanjut akan mengakibatkan tanaman mati, yang dimulai dari ujung daun dan dengan cepat menjalar ke bagian bawahnya (Gambar 20).

                          Gambar 20. Gejala serangan moler pada tanaman bawang merah
5.      Penyakit Bercak Daun Serkospora (Cerkospora leaf spot)
Organisme : cendawan Cercospoera duddiae (Walles). Gejala : Bercak klorosis kebanyakan terkumpul pada ujung daun dan sering tampak terpisah dengan yang menginfeksi pangkal daun, sehingga gejala visualnya terlihat daun tampak belang-belang. Bercak klorosis yang berbentuk bulat tersebut berwarna kuning pucat, bergaris tengah sekitar 3-5 mm. Serangan lebih lanjut menyebabkan pusat bercak berwarna coklat karena jaringannya mati. Di bagian tersebut terdapat bintik-bintik yang sebenarnya terdiri atas berkas-berkas konidiofora yang mengandung konidia,yang tampak jelas jika cuaca lembab.




C.    Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Bawang

              Pengendalian OPT dilakukan dengan sistem PHT, melalui kegiatan pemantauan dan pengamatan, pengambilan keputusan, dan tindakan pengendalian dengan memperhatikan keamanan bagi manusia serta lingkungan hidup secara berkesinambungan.
            Pemantauan dan pengamatan dilakukan terhadap perkembangan OPT dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Pengambikan keputusan dilakukan berdasarkan hasil analisis data pemantauan dan pengamatan. Keputusan dapat berupa : diteruskannya pemantauan dan pengamatan, atau tindakan pengendalian. Pemantauan dan pengamatan dilanjutkan jika populasi dan atau tingkat serangan OPT tidak menimbulkan kerugian secara ekonomis. Pengendalian dilakukan jika populasi dan atau tingkat serangan OPT dapat menimbulkan kerugian secara ekonomis.
Teknik pengendalian tanaman bawang merah dilakukan yaitu melalui pemanfaatan musuh alamai, pengendalian secara teknis, pengendalian secara mekanik, Pengendalian OPT tidak terlepas dari teknik pembudidayaan tanaman bawang merah yang baik, dan pengendalian secara kimiawi. Pengendalian dilakukan dengan mekanik dengan cara mengumpulkan telur, larva,dan  imago dengan tangan manusia lalu memusnahkannya.

















BAB IV .
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Gangguan hama dan penyakit pada tumbuhan dapat dialami oleh berbagai sistem organ pada tumbuhan. Gangguan ini dapat disebabkan karena kelainan genetis, kondisi lingkungan yang tidak sesuai, atau karena serangan hama dan penyakit. Gangguan hama dan penyakit dalam skala besar pada tanaman budidaya dapat mengganggu persediaan bahan pangan bagi manusia
Hama adalah semua binatang yang mengganggu dan merugikan tanaman yang dibudidayakan manusia. Hama–hama pada tanaman brokoli yakni ulat daun kubis, Crocidololia binotalis Zell, dan Hellula undalis (F). Sedangkan hama–hama yang menyerang pada tanaman bawang yaitu  ulat bawang, ulat grayak, Thrips, lalat penggorok daun, dan orong- orong atau anjing tanah.
Pengendalian hama pada tanaman kubis dan bawang dilakukan dengan beberapa teknik yakni pengendalian melalui mekanis, pola tanam, pengendalian melalui biologi, hayati dan pengendalian melalui kimia bila diperlukannya.
Patogen utama penyebab penyakit pada tanaman kubis berasal dari cendawan setelah itu bakteri. Penyakit ini akan menyebar dan berkembang dengan baik pada saat musim hujan dimana kelembaban cukup tinggi dan pada saat suhu rendah. Sanitasi dan rotasi tanaman sangat penting sebagai pengendalian secara kultur teknis untuk menghindari tersebarnya penyakit ini kecuali pada penyakit akar gada. Hal ini disebabkan karena spora pada akar gada dapat bertahan lama pada tanah.
Secara umum, patogen dapat menyerang dapat menyerang pada berbagai tingkat tanaman. Penyakit yang menyebabkan kerugian terbesar pada saat pascapanen adalah busuk lunak oleh bakteri Erwinia carotovora. Untuk mencegah tersebarnya penyakit ini perlu dilakukan pencegahan agar tidak terjadi luka pada krop kubis.
Penyakit pada tanaman bawang penyakit trotoar atau bercak ungu (Purple blotch), penyakit otomatis atau antraknose (Antacnose), penyakit embun bulu atau tepung palsu (Downy mildew), penyakit layu fusarium (Twisting Disease), dan penyakit bercak daun serkospora (Cerkospora leaf spot).Pengendalian dilakuan melalui bebera cara yakni pengamatan, mekanik, sanitasi dan melalui  kimia jika dibutuhkannya.

Daftar Pustaka