Jumat, 16 Desember 2011

Sepengkal kisah Dibalik Pengunsiang Masyarakat Paniai

         Inilah kondisi Kabupaten Paniai tahun 2011 .Mereka terusir dari rumahnya sendiri.Sumber pengungsian,pertama,bulan Agustus sampai dengan September mereka hidup terlunta-lunta di Kabupaten tetangga, yakni pengungsiang di Kabupaten Deiyai, Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Nabire.Pengungsian yang kedua, bulan Desember 2011 mengungsi di gedung serba guna uwatawogi paniai,sebagian masyarakat lari hutang belantara,dan sebagian lagi bertahan di rumahnnya sendiri. 

     Sebagaimana suda jelas bahwa  sembilan kecamatan  bagian dari pemlik masyarakat sipil.Saat itu ribuan penduduk paniai tersebar beberapa kabupaten tak jelas nasipnya. Penjajahan Indonesia memaksa mereka untuk mengungsi,mengungsi dengan alasan yang tidak jelas. Dibalik pengungsian bahwa rencana menghabiskan ETNIS suku MEE Paniai dari penjajahan negara Indonesia melalui tentara nasional Indonesia (TNI) dan Polisi. Kisah insiden  pengungsian telah terungkap pada  23- April 2012.Namun kisah itu belum terungkap dalam beberapa waktu silam yang telah lalui ini.Inilah data kisah nyata dibalik pengungsian akibat perang horizontal antara TNI dengan Organisasi Papua merdeka (OPM) daerah wilayah IV Paniai. Klasifikasikkan lagi dari sembilan kecamatan di wilayah itu tempat sasarannya yakni dua kecamatan dekat dengan kantor organisasi Papua Merdeka (OPM) yakni kecamatan Paniai Timur ibukota Enarotali dan Kecamatan Bibida.Sekitar 30 ribu penduduk sipil meninggalkan kampung halaman,rumahnya ternaknya,kebunnya dan bagi mahasiswa, pelajar,siswa dan murid meninggalkan pendidikannya. Selama pengungsian banyak masalah yang mengahdapinya yakni saudara mereka dibunuh tak melihat waja mereka dan tidak melihat kekayaan miliknya.

   Pengungsian tahap kedua pemerintah setempat menyediakan tempat tinggal mereka yakni Aula serba guna kabupaten Uwata wogi. Mereka jadikan tempat beristirahat. Disana dari tempat pengungsian banyak kisah - kisah yang tak terlupakan yakni : makan dan minum tak menjamin baik dari pemerintah, ibu-ibu yang mengandung melahiran anak dalam pengungsian, kelaparan menagkibatkan kesehatan mereka tidak baik. Tidak ada air bersih, air minum maupun air mandi.  Tak ada tempat tidur,tak ada alat dapur untuk masak makanan.Sepertinya tinggal di padang gurung pasir. Bayangkan sekitar 30 ribu masyarakat pengungsian selama 5 bulan sehari hanya  makan satu buah mie kering mentah. Satu hal lagi menakjudakn 60 orang masayarakat sipil meninggal dunia. Mereka berduka cita kepulangan saudara  mereka dari tempat pengungsian.

    Saat itu masalah kesehatan bagi  mereka sangat memprihatingkan. Banyak mengalami sakit demam akibat tidur diatas lantai semen koson. Dari sekian banyak orang pengungsian di serba guna Uwata wogi hanyalah 100 orang saja. Sebagaian orang mengungsi di hutang belantara. Disana mereka mengalami kehidupan yang tak pernah mereka alami sebelumnya.Tak pernah mereka mimpikan dan juga kehidupan yang tak pernah mereka bayangkan. Hujan, dingin,gigitan nyamuk dan lapar menjadi makanannya. Sebagian orang lagi sekitar 60an tinggal dikampungnya. Hanyalah mereka bertahan di kampung halaman dan tinggal di rumahnya sendiri menjadi pihak korbannya. Mereka di bunuh tanpa alasan yang tak jelas. Di gertak dengan tuduhan senjata. Kelompok ketiga, masyarakat yang niat bertahan hidup di tempat kelahiran mereka menjadi makanan bagi Tentara nasional Indonesia. Mengutip pesan singkat "Berani mati dan berani bertanggung jawab. Tanah ini adalah milik kami. Kami adalah penjaganya bagi negeri paniai, tak mungkin kami meninggalkannya atas dasar yang tak jelas". Tuhan Allah bimbingilah arwahnya.Mereka adalah orang yang berani, tegas, jiwa berkorban,patriotisme, pemilik penjaga alam bagi negeri kami Paniai. Pantaslah sebut mereka sebagai pahlawan daerah borjuis Paniai.

    Kisah nyata data di lapangan saat pengungsian melalui sumber media.Aktivis keagamaan mencatat enam puluh warga desa di Kabupaten Paniai, Papua, tewas dalam pengungsian.Juru Bicara Biro Perdamaian dan Keadilan Gereja Kemah Injil Kingmi Papua Daerah Paniai Agus Mote mengatakan, mereka mengungsi setelah Kepolisian Paniai membakar desa di sana. Aksi itu dilakukan saat polisi mencari pelaku penembakan. Polisi menuding Organisasi Papua Merdeka sebagai pelakunya dan bersembunyi di desa tersebut.

“Pada waktu itu desa Uwamani, desa Badawo,madi,timida,Yagiyo dan bibida mereka takut baru pergi mengungsi di tempat lain. Lalu ada yang mati di tempat orang lain, ada yang mati di jalanan, ada yang mati di kampungnya sendiri, berjumlah 63 orang. Lalu ada yang melahirkan anak di perjalanan, sehingga yang lahirkan anak dijalanan itu 12 orang.”

   Juru Bicara Biro Perdamaian dan keadilan Gereja Kemah Injil Kingmi Papua Daerah Paniai Agus Mote menambahkan akibat aksi polisi itu ribuan warga menjadi pengungsi.

Sebelumnya, polisi membakar hangus markas Organisasi Papua Merdeka di Kabupaten Paniai. Warga menuding polisi juga menjarah kebun dan ternak mereka di tiga kampung. Peristiwa ini terjadi sejak akhir tahun lalu hingga Februari kemarin.(sumber media : http://kbr68h.com/berita/papua/23370).

    Sebagian mereka merupakan mengejar keadilan sejarah Papua yang telah merdeka pada tahun 1961. Karena sejak lama bergabung dengan indonesia dengan syarat cacat hukum itu. Tahun - tahun sebelumnya mereka hidup tentram dan aman pada masa pemerintahan bupati ( Yanuarius L. Douw). Namun pemerintahan berikutnya  bupati Naftali Yogi tak menjamin keamanan daerahnya. Penjajahan sejak pasukan militer indonesia berkuasa di Enarotali Paniai, nasip masyarakat sipil paniai seluruhnya berubah. Kelompok mengejar Keadilan di tanah Papua khsususnya wilayah IV Paniai meneror,intimidasi, membakar kantor OPM di Eduda dan bahkan membunuh mereka dengan pemboman.Tidak menghitung kerusakannya.Akhirnya masyarakat dua kecamatan dan masyarakat sipil dan seluruh kabupaten Paniai kembali berpetualang. Kabupaten Deiyai, Kabupaten Dogiyai,Kabupaten Nabire dan Kabupaten Intan Jaya. Itulah wilayah keluarga-ku yang melindungi mereka selama pengungsian. Namun bagi mereka yang tidak memiliki keluarga di kabupaten tetangga,akhirnya, mau tidak mau bertahan di gedung serba guna Uwata Wogi di Ibu kota Enarotali, dihutang belantara dan tetap tinggal bertahan  di rumah mereka sendiri.

      Tidak ada jaminan bantuan dari pemerintahan luar negeri maupun dalam negeri. Pendidikan bagi generasi penerus bangsa terputus. Seluruh sekolah terpaksa di liburkan.Hari besar bagi umat kristen  25 Desember 2011 tidak merayakan dari rumahnya sendiri bersama keluarganya. Aktivitas sosial lumpu total,pendidikan bagi mahasiswa, pelajar, siswa dan murid sekolah dasar, pemerintahan, kesehatan ,sanggar budaya semuanya menjadi nasib hidup buruk bagi masyarakat Paniai. Semuanya  masalah  menutupi  dan belum dipublikasi akibat tak ada media masa lokal.

   Meski mereka tetap semangat mengadapinya dalam perang tersebut. Biarpun tidak melihat saudara belasungkawa, kehilangan rumah akibat membom,membakar gereja,kehilangan ternak, kebun, membabat hutan budidaya. Mereka tetap semangat dalam berdoa kepada Allah semoga daerah mereka kembali damai seperti dunia lain. Semoga maha pengampung mengampuni kesalahan bagi yang melanggar hukum dari Allah yakni "jangan membunuh sesamu manusia di bumi ini".

Sebuah kata keadilan adalah  sebuah kata tunggal. Sampai dunia kiamat pun kata keadilan dan Kebenaran merupakan sebuah kata data sekundernya. Salam berjuang dalam pertempurannya.


Kamis, 15 Desember 2011

Indonesia Pesimis Vs Paniai Kapan pun Tak Akan Menyerah


      Negara indonesia  tidak ada optimis lagi mempertahankan Papua dalam bingkai NKRI tetapi sudah pesimis menanganinya masalah Papua.  Media tempo com  tanggal 15 Desember 2011 wawancara dengan sala-satu anggota MRP meminta  pemerintah memekarkan kampung baru di Paniai. Dengan pemekaran, setidaknya bisa menarik kembali OPM di hutan untuk bergabung dengan Indonesia. “Di Puncak Jaya itu berhasil, anak dari tokoh OPM di sana, Goliath Tabuni, sudah bergabung dengan NKRI dan menjadi kepala kampung. (kata : Murib). 
       Jaringan Organisasi Papua merdeka makodam II wilayah IV paniai dan masyarakat setempat berburu dihutang  kedua kali atas mengejar keadilan, kebenaran, kejujuran dan harga diri sebagai sebuah bangsa. Ketika masyarakat kabupaten paniai yang dekat pusatnya kantor Pertahanan organisasi papua merdeka pun mengungsi untuk mengejar keadilan.
Mengapa masyarakat sipil pun ikut mengungsi ? . Kelakuan negara indonesia  tak pernah membedakan masyarkat, petani dll , diperlakukan pembunuhan kaya binatang  dipadang domba akhirnya pengungsian kembali. Sama halnya dengan beberapa media masa maupun agama di indonesia yaitu tempo com,Nadallatula com.
    Media ini termasuk media provokator di indonesia, padahal  dari tahun ke tahun Tuan Goliat Tabuni adalah sala - satu  orang yang termasuk
DPO di mata tentara  dan Pemerintah Indonesia. Ketika Tuan Kelly kwalik turun  ke kota Timika akhirnya  tewas  dibunuh oleh tentara Nasional Indonesia pada tahun 2010. Paniai Tuan Thadeus Yogi  besrta anaknya kini mulai mengungsi kedua kali di hutan belantara.
  Mereka tak pernah mengeluh dan menyerah dengan kata - kata memintah - memintah  kaya pengemis dijalanan kereta api jakarta  untuk menyerakan diri gabung dengan indonesia. maka Negara Indonesia segera kembalikan integritas bangsa Papua Barat yang pernah merdeka.
     Sejarah papua merdeka bukan lahi hal baru,pada tahun 60an kelompok jaringan organisasi Papua merdeka di bawah pimpinan Tuan Thadeus Yogi menjadi DPO  di hutang belantara. Makanan mereka adalah hujan, lumpur, nyamuk jadikan hidup bersama mereka.Pada tahun 2000 bangsa Papua barat memutuskan bersama di jayapura bahwa perjuangan bangsa papua melalui ZONa damai. Pada tahun itu juga akhirnya Tuan  Thadeus Yogi dan

Selasa, 13 Desember 2011

Meski Kantor OPM Paniai Kami Hancur Kami Tak Akan Pernah Meninggalkannya

    
   Kabupaten Paniai  pemerintahan daerah telah terbentuk dalam bingkai Nkri sejak lama sebelum saya ada didunia ni. Krisis kepemimpinan membuat masyarakat hidup dalam keadaan miskin, ketertinggalan membuat imformasi kemanusian tertinggal terutama komunikasi dan imformatika.
       Insiden pembantaian genosida terjadi dikabupaten paniai berlangsung dua puluh empat jam yang lalu sampai saat ini semua media lokal, media nasional maupun media internasional belum ada berita satu pun. Pembunuhan masal melalui serangan udara tersebut disiarkan jam 19.00 WIB pada hal kejadian serangan udara berlangsung 06.00 WIT. Sesuai imformasi melalui beberapa blog lokal maupun blog individu peduli dengan kemanusiaan orang Papua memuat atau menuliskan insiden pembantaian TNI dan Brimob kembali terjadi diPaniai. Pembunuhan masal tersebut melalui serangan udara maupun serangan darat menewaskan beberapa masayakat maupun kantor wilayah IV paniai  Pro kemerdekaan Papua telah hangus. Sejauh ini dibawah pimpinan Jhon Magai Yogi bersama anggotanya belum teridentifikasi pembunuhan masal tersebut.
       Kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah IV Paniai merupakan sala-satu kantor telah terbentuk tahun 60an atau pusat jaringan Papua Merdeka. Kantor OPM bermarkas Eduda Paniai menumbuhkan semangat patriotisme dan membangun mempertahankan kekuatannya sampai Negara Indonesia  kembalikan jati diri sebagai sebuah bangsa sudah yang merdeka 19 - oktober -1961 itulah visi bangsaku.
        Rupanya,kebakaran kantor OPM Wilayah IV Paniai  tanggal 13- Desember 2011 tidak pernah lupakan oleh masyarakat wilayah IV makodam II Paniai. Ketika tuan Thadeus Kimema Magai Yogi dan anggotanya berkumandang warga  masayarakat sekitarnya

Minggu, 11 Desember 2011

Mengenal Tanaman Buah

    Analisi dibawah ini adalah apa yang saya belajar,praktek dan hasil analisa tentang materi buah -buahan moga bermanfaat bagi saya sendiri sebagai mahasiwa pertanian dan orang - orang seluruh diunia yang penggemar dan tertarik didunia pertanian.
Apa Itu Buah
   Dalam ilmu botani,definisi buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan modifikasi lanjut bakal buah ( ovarium),biasanya membungkus dan melindungi biji.Dengan batasan ini,variasi buah sangat besar,mencakup buah mangga,buah apel,buah tomat,cabai,bulir padi,buah merah, buah coklat,buah jeruk, buah manggis,buah rambutan dan polong kacang tanah.
    Pengertian buah dalam pengertian dalam tulisan ini adalah tanaman yang buahnya dapat dikonsumsi secara langsung dan atau melalui proses pengolahan mempunyai rasa menarik yang pada umumnya dikenal masyarakat sebagai buah - buahan dan berfungsi sebagai makanan selingan yang memberi efek menyenangkan,menyehatkan,dan hidangan pencuci mulut.( sumber : ensikolopedia dan teknologi benih)
Penggolongan  Tanaman Buah
   Berdasarkan umur buah atau daur hidupnya digolongkan menjadi dua kelompok yaitu tanaman buah umur pendek dan tanaman buah umur panjang / tahunan.Tanaman buah umur pendek hanya mengalami satu musim panen.Sedangkan tanaman buah umur panjang dapat berkali - kali dipanen.Contoh tanaman buah umur pendek: pisang,nanas,melon,pepaya,dan semangka.Contoh buah umur panjang : anggur,apel,jambu biji,jambu air,kelengkeng,mangga,manggis, c

Senin, 05 Desember 2011

TIM PERSIPURA JAYAPURA DIBAWAH TEKANAN POLITIK INDONESIA

   Kehidupan Masyarakat Papua semakin hari semakin gawat. Hidup dibawah Pelanggran HAM,Genosida,pambantaian,Pemerkosaan  berjalan terus sepanjang lima puluh tahun berlalu dan tetap saja masih ada  disebut ALIBI.
   Melihat buku sejarah Bangsa Papua Barat pada tanggal 1 - Desember 1961 telah merdeka secara seutuhnya dimata internasional atau terhadap bangsa - bangsa lain didunia. Pimpinan presiden Indonesia Ke- I Soeharto dengan memulai membangun politik lobi - lobi dengan Amerika untuk tujuan utamanya yaitu Ekonomi dan kekayaan  untuk aneksasi Negara Papua masuk kedalam Nkri melalui perang. Siklus politik indonesia dengan masyarakat Papua adalah sistim lobi - lobi maka Pepera 1969 tidak sah cacat Hukum referendum Papua hanya 1025 orang dibanding seluruh populasi masyarakat papua seluruhnya, saat penetapan Otonomi Khusus tahun 2000 mewakili Tim 100 orang asli Papua, dan UP4B pencetusnya adalah Negara Indonesia Itu sendiri .Dengan demikian melihat dengan kaca mata sendiri bahwa negara indonesia Gagal menangani masalah Papua.
     Bangsa Papua Barat aneksasi kedalam bingkai NKRI  dari tahun 1961 sampai tahun 2011 Pembantaian, Pemerkosaan,Pembunuhan, Genosida, pelanggaran HAM semakin tinggi dan berjalan. Perhitungan Angka Mortalitas masyarakat sipil Papua dari tahun 1961 sampai 2011 mencapai 5.800 juta jiwa tidak ada jejak melalui penembahkan - pemebahkan saat DOM, Pemerkosaan, Belok Kanan mengakibatkan AIDS,dll. Disini bukanlah untuk menuliskan tentang sejarah tetapi negara Indonesia tetap saja menginjak moralitas, harkat dan martabat manusia papua secara kemanusiaan yang tak beradab.
      Dengan ketidakadilan dan harkat martabat manusia dibantai melalui tuduhan - tuduhan senjata dan politik kini munculnya lagi harkat, martabat manusia Papua kembali diinjak - injak lagi melalui Sepak Bola. Satu bulan lalu 5 orang anak negeri Papua Barat bergabung SEA GAMES 2011 maka nama TIMNAS U23 indonesia tersebar didunia dimata PSSI tak ada nilainya. Tahun 2011 Nasionalisme anak negeri Papua tampil membela Timnas tak ada nilainya dibanding anak jawa yang tak pernah membawah nama inonesia mata di publik. Kita berbicara moralitas dan harkat dan martabat maka nilai - nilai kemanusiaan dan keadilan,kebenaran harus dipertegukan dalam Tubuh PSSI maupun dimanasaja kita tinggal danjuga tempat kerja.
Apakah PSSI sengaja tidak terlibatkan Persipura Jayapura Liga Champions Asia?
    Semakin hari masalah pembebasan pejuangan Papua semakin meningkat dan pelanggaran HAM Papua semakin meningkat pula negara Indonesia Krisis menangani Pelanggaran HAM akibat tekanan dari luar negeri. Negara indonesia menganggap bahwa tim sepak bola Persipura Jayapura adalah perlawanan dengan indonesia maka sengaja  Indonesia menjatuhkan kerediblitas,moralitas, harkat dan martabat  manusia Papua pada umumnya.
   Mengapa saya menulis artikel tentang Tim Sepak bola Persipura Jayapura di bawah tekanan politik indonesia beberapa sumber media masa menulis tentang pemain sepak bola diduga sekelompok perjuangan Papua Merdeka. Disini menegaskan kepada negara indonesia bahwa Merdeka adalah hak segala bangsa tidak memandang umur,jenis kelamin, golongan,pangkat tetapi jati diri dan harga diri sebagai sebuah bangsa yang mendiami di wilayah itu sendiri atau harga diri sebagai satu suku dan satu rumpun segala penindasan dihapuskan.
   Beberapa sumber media indonesia pemain Persipura Jayapura diklaim sebagai sekelompok Organisasi Papua Merdeka sebagai berikut : wawancara wartawan indonesia dengan Timotius Bonai yang disebut sebagai Tibo 
   Bagaimana Anda melihat kondisi sosial-politik di Papua?
    Kalau soal itu, saya tidak terlalu mengikuti. Saya juga