Sabtu, 18 Agustus 2012

Romo Neles Tebai " Kritik Politik Sosial Indonesia"


 
Pater Neles Tebay, (MG Doc)

Jakarta : Kritikan dari Presiden Ke-lima Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri  terhadap pidato kenegaraan  Presiden SBY pada tanggal 16 Agustus 2012 lalu bukanlah hal baru. Kebenaran fakta realitas di lapangan ini telah di buktikan sebelummnnya.

Mengutip sebuah kalimat dalam  Buku Karya  (Pater Neles Tebai) menuliskan  Perilaku  pemerintahan Negara Indonesia  tidak jelas aplikasikan di lapangan dalam segala hal karena tulisan lain, lakukan lain dan bicara lain dalam hal pelanggaran ham dan penegakan hukum di tanah Papua.

Melihat perspektif Indonesia
Dua pembuktian diatas menandahkan bahwa negara Indonesia membangun budaya ketidakadilan kepada masyarakat dan dunia.  Suda Jelas – Jelas bahwa negara Indonesia termasuk negara termiskin. Dalam urutan 100 negara termiskin di dunia. Negara Indonesia termasuk sala – satunya.  Negara Indonesia termasuk urutan ke 68 (enam puluh delapan)  dengan termiskin itu dinilai dari jumlah GDP (Gross Domestic Product). Untuk DGD negara Indonesia  termiskin di  (dihitung berdasarkan US Dollar) yakni $3,900.

Indonesia memang termasuk dalam daftar 100 negara termiskin di dunia. Sayang sekali, padahal Indonesia mempunyai banyak kekayaan alam maupun kerajinan tangan. Semoga-semoga tahun depan, Indonesia lebih para  dari daftar yang ada ini, ataupun menurun GDP nya.

        Apalagi negara Ini merupakan negara yang banyak hutang dari negara asing.  Jangan menipu masyarakat Indonesia dengan pidato manisnya. Kami tahu perkembangan ekonomi Indonesia, kemiskinan, penggangguran dan ketidak adilan di negeri  Indonesia ini. Dari pada menghadirkan dunia tidak nyata di bumi ini.  Dianggapla pelaku ekonomi, pada hal hanya tahu menikmati pajaknya saja. Hanya tahu memperjangkan kontraknya. Menyayangkan hak hidup masyarakat kecil. Perkebunan kelapa sawit yang ada di 5 pulau milik pengusaha asing.
     Sementara masalah pangan sangat memprihatingkan. Ekonomi lokal bergusur ke ekonomi kapitalisme. Dengan kehadiran kelompok ekonomi kapitalisme masyarakat menjadi  korban miskin. Semua kekayaan alam di kuasai oleh kelompok kapitalisme tersebut. Dari mana kelompok kaptalisme datang. Mereka adalah kelompok asing dari negara tetangga yakni malaysia dll.

Rapunya dan runtuhnya pangan lokal. Masyarakat menjadi konsumen saja. Kehilangan - kehilangan tanaman lokal akibat  industrisasi pada tanah yang kosong. Ketergantungan pangan menjadi bermasalah bagi masyarakat. Kehilangan tanaman lokal kehilangan bangsa dan budaya pangan lokal.  Ekonomi masyarakat lokal menjadi kerdil dan runtuh.
Pespektif Papua

Diatas negara termiskin banyak konflik berlanjut  terutama masalah sosial dan masalah HAM di prihatingkan. Megawati anggap pidato SBY jauh dari kenyataan untuk perspektif Papua telah di publikasikan  dalam bentuk buku. Yang mana mengkritik sebelum kritik dari megawati adalah orang lapangan. Masyarakat dapat di tipu dengan berbagai kemunafikan negara.
contoh hukum di tegakan untuk tujuan menjamin dan mendamaikan dunia tetapi hukum tersebut di kelabui oleh para elit – elit negara sendiri. Otonomi Khusus Papua yang telah gagal  dua tahun lalu pada dasarnya mempunyai aturan dan hukum tertentu. Aturan tersebut tidak berlaku di lapangan. Otonomi hadir untuk menjawab aspirasi hidup masyarakat suatu wilayah. Nyatanya otonomi tidak ada artinya.
 Otonomi hadir untuk membuka jalan kebebasan demokrasi. Kebebasan demokrasi otonomi hanyalah kebebasan penindasan. Berjalan statusnya otonomi Papua lalu beribu lambang budaya Papua yakni bendera Bintang Kejora di larang mengibarkannya. Ketika mengibarkan bendera sebagai lambang budaya Papua di tahan sampai di penjarahkan. Merekah melanggar hukum makar. Apakah dalam undang – undang otonomi khusus Papua ada aturan makar. Para pemimpin masyarakat adat Papua yakni melalui kantor MRP mengusulkan kebebasan berkibar bendera Bintang Kejora sebagai lambang budaya Papua nyatanya di tolak mentah –mentah dari pejabat pusat. Berbagai hal lain terjadi selama otsus masih aktif sepuluh tahun lalu pembunuhan, kelaparan terjadi di mana – mana di Papua.
 Melihat dengan itulah kebodohan, kemunafikan dan ketidakadilan membunuh hukum yang mereka ciptakan sendiri.Terherannya seorang pastor yang mengkritik dan menemukan teori baru itu. Kami memintah teori baru tersebut yakni tulisan lain, bicara lain dan lakukan lain di terapkan kepada masyarakat Indonesia menjadikan sejarah sosial era demokrasi Indonesia.
Anda percaya kami kami pun percaya anda ketika masalah pelik menyelesaikan secara kemanusiaan. Kebenaran, keadilan dan kejujuran di peruntuhkan di terapkan di bumi ini. ***********